4 fitur terburuk dari Google Pixel 2, ternyata tak sesempurna itu!
4 fitur terburuk dari Google Pixel 2, ternyata tak sesempurna itu! Google telah merilis dua buah smartphone Google Pixel generasi terbaru, yakni Pixel 2 dan Pixel 2 XL. Desain dari keduanya terlihat sederhana dan elegan, serta digadang-gadang mengusung kamera terbaik di industri smartphone.
Google telah merilis dua buah smartphone Google Pixel generasi terbaru, yakni Pixel 2 dan Pixel 2 XL. Desain dari keduanya terlihat sederhana dan elegan, serta digadang-gadang mengusung kamera terbaik di industri smartphone.
Hal ini membuat Pixel 2 dan Pixel 2 XL jadi pilihan Android papan atas terbaik saat ini.
Namun sesempurna apapun, pasti ada kekurangan di baliknya. Berbagai fitur, desain, dan spesifikasi sering jadi kambing hitam sebuah kekurangan smartphone. Apa saja yang ada di lini Pixel 2? Berikut ulasannya.
1. Pixel 2 dan Pixel 2 XL punya kamera yang sama dengan harga yang jauh beda
Kamera yang diusung Pixel 2 dan Pixel 2 XL sangat mengesankan. Tak tanggung-tanggung, DXO Labs menyebut ini adalah kamera terbaik yang ada di smartphone, dibuktikan dengan mencetak skor DXO Mark tertinggi.
Kami sudah membahas kamera Pixel 2 dan Pixel 2 XL secara lengkapdi artikel sebelumnya.
Masalahnya adalah, kedua varian ini mengusung kamera yang benar-benar sama. Jadi, perbedaan antara Pixel 2 dan Pixel 2 XL hanyalah ukuran, baterai, dan harga yang jauh lebih mahal.
Strategi yang lebih menarik ditawarkan Apple, di mana versi phabletnya mendapat fitur dual kamera. Sementara Google, lebih menonjolkan desain edge-to-edge untuk varial Pixel 2 XL-nya.
2. Hilangnya headphone jack
Ini adalah hal yang kontroversial. Diawali oleh Apple di tahun lalu, diikuti oleh beberapa Android yang mengutamakan ketipisan perangkat seperti Moto dan LeEco, namun kini Google juga ikut. Hal ini membagi masyarakat menjadi dua, antara yang mendukung atau yang tidak. Namun bagi mereka yang mendukung pun, sebenarnya adanya kemudahan untuk menggunakan headphone jack pasti masih lebih menarik ketimbang menggunakan adaptor atau bluetooth headset yang dijual terpisah.
Mahal juga jadi masalah besar. Bahkan, jika adaptor hilang, untuk membelinya harganya 20 dollar hanya untuk sebuah kabel adaptor kecil. Selain itu, harga adaptor yang bisa digunakan mengecas dan mendengarkan musik secara bersamaan dibanderol hampir 50 dollar.
3. Pixel 2 XL tidak seberapa edge-to-edge
Salah satu keunggulan versi phablet dari Pixel generasi kedua ini adalah ikutnya Google dalam arus tren bezel-less. Namun dibandingkan dengan smartphone bezel-less lain seperti Samsung S8, Note 8, atau iPhone X, tentu Pixel 2 XL adalah yang paling tebal bezelnya.
4. Ketersediaan yang terbatas
Jika Anda ingin mendapatkan Pixel 2, rasanya cukup sulit. Pertama, Google sendiri sudah banyak mengecewakan fans soal ketersediaan. Hal ini karena di AS, distributornya hanya satu operator, yakni Verizon Wireless.
Kedua, jika Anda ingin memiliki Pixel 2 atau Pixel 2 XL, Anda harus menunggu dengan jangka waktu agak lama, karena Anda tak akan bisa membawa ponsel tersebut pulang dengan jalur resmi.
Jika tak resmi, harga bisa lebih mahal dan tersedia dalam waktu yang masih lama. Paling tidak, November nanti Anda harus terbang ke India, ke Google Store paling dekat dari sini.
Baca juga:
Samsung segera rampungkan fitur fingerprint scanner bawah layar
iPhone X segera dirilis di Indonesia?
Akhirnya Microsoft akui Windows Phone telah mati!
OPPO sebut teknologi AI bakal ada di perangkat terbaru
Samsung Experience Store Hadir di Summarecon Mall Serpong
Ini dugaan penyebab baterai iPhone 8 Plus mengembung
Apple populerkan Face ID, ide fingerprint sensor bawah layar sudah tak menarik lagi