LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. TEKNOLOGI

15 juta unit tablet Android asal China 'mati'

Kebanyakan handphone dan tablet Android yang terjual di China tidak memiliki layanan Google.

2013-11-04 16:53:00
ID Tech in Asia
Advertisement

Ben Evans, seorang analis dan konsultan teknologi, memaparkan bahwa ada sekitar 15 juta tablet Android yang di-non-aktifkan di seluruh dunia saat ini. Tablet tersebut belum diperiksa Google – mereka lenyap begitu saja. "Kebanyakan tablet tersebut ada di China," ia menulis di blognya kemarin.

Sebagaimana halnya China, tablet Android yang lenyap ini cenderung ditemukan di pasar berkembang dan kelompok berpenghasilan rendah di Barat. Ben menulis:

"Tampaknya mereka digunakan sebentar untuk membuka situs, dan untuk game gratis. Mungkin juga untuk membaca buku. Dan kebanyakan digunakan untuk video. Bahkan, orang mungkin berpendapat bahwa bagi kebanyakan pembeli, tablet tersebut bersaing dengan TV, bukan iPad, Nexus, maupun Tab. Tapi terlepas dari untuk apa mereka digunakan, mereka tidak digunakan seperti cara iPad digunakan. Mereka adalah 'featurephone'nya tablet."

Bagaimana semua tablet tersebut lenyap dari tabel? Kebanyakan handphone dan tablet Android yang terjual di China tidak memiliki layanan Google. Tidak ada login untuk akun Google, Gmail, Google Maps, dan sebagainya. Banyak layanan Google diblokir atau dibatasi di China, sehingga orang-orang mencari alternatif yang lebih baik.

Hal ini buruk bagi Google – kehilangan pengguna aplikasi potensial – dan juga membuat para statistikawan menjadi lebih sibuk, tapi untuk pelanggan China, ini merupakan hal positif. Mereka punya banyak sumber daya Android – termasuk banyak app store Android pihak ketiga – untuk mempertahankan mereka, yang kebanyakan lebih disesuaikan dengan kebutuhan mereka daripada Google Play, store Android yang resmi. Hal ini juga memperburuk fragmentasi ekosistem yang masih mempersulit keseluruhan pengalaman Android.

Penolakan terhadap Google terjadi karena pengguna di China tidak menyukai keterikatan dengan ekosistem sebuah perusahaan. Dalam banyak hal, tindakan tersebut merupakan hal yang bagus, meski sulit untuk memperkirakan jumlah tablet Android di China.

Artikel ini pertama kali muncul di Tech in Asia Indonesia.(mdk/ega)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.