Zaskia dan Shireen Sungkar Tak Pernah Jenguk Sang Ayah di Penjara, Ini Alasannya
Meski tak terseret secara langsung dalam kasus Mark, Zaskia dan Shireen sempat disentil netizen untuk memberi bantuan kepada ayahnya. Seperti yang diketahui, kesuksesan bisnis keduanya telah menghasilkan banyak pundi-pundi uang. Tentu tak berat bagi keduanya mengembalikan uang negara yang diduga dikorupsi sang ayah.
Keluarga Sungkar baru-baru ini tengah diterpa masalah. Sang kepala keluarga, Mark Sungkar diduga telah melakukan praktik korupsi dengan menggunakan uang negara. Kasus Mark ini tentu juga membuat nama kedua putrinya, Zaskia Sungkar dan Shireen Sungkar, ikut terbawa.
Meski tak terseret secara langsung dalam kasus Mark, Zaskia dan Shireen sempat disentil netizen untuk memberi bantuan kepada ayahnya. Seperti yang diketahui, kesuksesan bisnis keduanya telah menghasilkan banyak pundi-pundi uang. Netizen beranggapan jika keduanya tentu tak kesulitan untuk mengembalikan uang negara yang diduga dikorupsi sang ayah.
Tak hanya soal bantuan uang, sikap Zaskia dan Shireen yang tak pernah terlihat menjenguk sang ayah di penjara juga menuai sorotan. Setelah sekian lama tak diketahui alasannya, kuasa hukum Mark, Fahri Bachmid angkat bicara soal keputusan Zaskia dan Shireen yang tak datang ke penjara.
Melansir dari Kapanlagi, berikut penjelasan Fahri Bachmid terkait alasan Zaskia dan Shireen tak menjenguk Mark Sungkar di penjara.
Mark Tak Memperbolehkan Menjenguk
©2021 Merdeka.com/Instagram Irwansyah
Bukan lantaran adanya konflik, Fahri menyebut jika Zaskia dan Shireen memang dilarang datang ke penjara oleh Mark. Kondisi kehamilan Zaskia dan anak-anak Shireen yang masih kecil menjadi pertimbangan sang ayah.
"Jadi gini, Pak Mark sendiri yang tidak menghendaki adanya anak-anak yang besuk. Pertimbangannya misalkan, Mbak Zaskia dalam keadaan hamil besar, dan Mbak Shireen juga punya anak kecil," tutur Fahri.
Pertimbangan Pandemi
©2019 Merdeka.com
Selain dua hal yang sudah disebutkan, Fahri menambahkan jika kondisi pandemi saat ini membuat Mark lebih khawatir dengan mobilitas anaknya. Oleh karena itu, lewat kuasa hukumnya Mark mengatakan tak mau dibesuk.
"Kemudian pertimbangannya lebih ke keadaan virus corona, jadi lebih ke pertimbangan kesehatan sih sebenarnya. Jadi pak Mark itu mungkin kecintaannya terhadap anak-anak sehingga dia tidak mau mengambil risiko. Jadi dia tidak mau anak-anak membesuk, cukup saja mengomunikasikan segala sesuatu lewat kuasa hukum," imbuhnya.