Viral Kisah Seorang Suami Pamer Istri Terbaiknya yang Sudah Meninggal, Bikin Haru
Baru-baru ini pemilik akun Twitter @naufalm13200 memamerkan istri terbaiknya melalui thread di Twitter. Di tengah pernikahannya, sang suami mulai merasakan kejenuhan dan memilih untuk selingkuh. Kisah ini mengundang rasa sedih dan haru netizen, tidak sedikit pula yang merasa kesal atas perbuatan pemilik akun tersebut.
Menikah merupakan ibadah terpanjang yang dijalani manusia. Menyatukan dua kepala dengan berbagai perbedaan bukan lah hal yang mudah. Hal ini lah yang membuat seseorang harus memilih pasangan yang tepat untuk menjalani ibadah tersebut. Salah dalam memilih pasangan dapat membuat pernikahan putus di tengah jalan. Penting untuk memilih pasangan yang baik untuk kita ajak berumah tangga.
Baru-baru ini pemilik akun Twitter @naufalm13200 memamerkan istri terbaiknya melalui thread di Twitter. Ia bernama Naufal, seorang suami dan istrinya yang bernama Nisa. Di tengah pernikahannya, sang suami mulai merasakan kejenuhan dan memilih untuk selingkuh. Hingga akhirnya sang istri meninggal dunia karena penyakitnya. Sang suami pun menyesal pernah menyia-nyiakan istrinya. Kisah ini mengundang rasa sedih dan haru netizen. Tak sedikit pula yang merasa kesal atas perbuatan pemilik akun tersebut.
Berikut kisah seorang suami pamer istri terbaiknya yang sudah meninggal.
Kenal Sejak SMA
©2023 Merdeka.com/Twitter naufalm13200
Kisah ini berawal dari takdir yang mempertemukan mereka di SMA. Mereka berada dalam satu organisasi yang sama. Pertemuan itu membuat Nisa jatuh cinta pada pandangan pertama. Naufal saat itu masih awam dengan yang namanya cinta. Ia juga culun dan kekanak-kanakan, tidak pernah terpikirkan ada seseorang yang suka dengannya saat itu.
Nisa pernah menyelipkan note yang ditempel dengan permen di sepeda Nufal. Isi note tersebut kira-kira seperti “Jangan lupa makan ya, jaga kesehatan ya, hati-hati sekarang lagi musim hujan, kamu bawa jas hujan kan?”. Nisa juga pernah memberikan kado berupa jam tangan dan miniatur Pokemon saat Naufal ulang tahun. Jam tangan itu masih ia simpan dan selalu dipakai sampai ia kuliah. Hal itulah yang membuatnya terbawa perasaan karena Nisa tulus menyukai dirinya.
Tidak Mau Pacaran
Naufal merupakan anak dari keluarga yang agamis dan lumayan strict sehingga ia tidak diperbolehkan pacaran. Akhirnya, ia mengirim surat untuk Nisa, ia mengatakan;
“Sebenernya saya udah sayang sama kamu, tapi saya gak bisa lebih jauh lagi sama kamu. Saya gak mau tambah dosa, juga saya gak mau bikin kamu dosa. Lebih baik kita jaga jarak dari sekarang. Kamu harus lupain saya. Banyak cowok yang lebih baik dari saya.”
Sejak saat itu mereka berpisah karena beda universitas. Setelah lulus kuliah pun mereka tidak pernah bertemu lagi. Mereka sama-sama sibuk dengan urusannya masing-masing.
Memutuskan Menikah
©2023 Merdeka.com/Twitter naufalm13200
Mereka dipertemukan kembali karena teman satu organisasi mereka menikah. Naufal memperhatikan bahwa senyum dan tatapan Nisa untuknya masih sama seperti dahulu. Ia pun berpikir harus menikahi Nisa sebelum terlambat. Mereka pun sering berkomunikasi melalui email dan memutuskan untuk menikah dengan modal pas-pasan sebagai guru dan Nisa yang sudah jadi pengusaha.
Setelah menikah, mereka hidup bahagia dengan lahir lah seorang anak laki-laki. Naufal juga melanjutkan S-3 dengan bantuan dari Nisa hingga akhirnya ia menjadi dosen. Meski sering berbeda pendapat, Nisa selalu melayani Naufal dengan baik bahkan Nisa pernah bilang ingin mati duluan karena dia tidak bisa hidup tanpa Naufal.
Suami Selingkuh
©2023 Merdeka.com/Twitter naufalm13200
Nisa semakin manja dan super posesif pada Naufal dengan selalu meneleponnya setiap jam saat ia pergi. Ia mulai jenuh dan terganggu dengan keposesifan Nisa itu. Nisa juga sangat sibuk dengan beberapa cabang bisnis yang dimilikinya. Walaupun begitu, Nisa tetap mengurus rumah tangga dengan baik. Suatu hari Naufal merasa bahwa Nisa terlalu dominan untuknya dan rasa cintanya sudah mulai memudar.
Ia mulai kepincut dengan dosen muda di kampusnya yang cantik, anggun dan terlihat lebih salihah dari Nisa. Nisa tahu hal ini dari temannya yang melihat Naufal sedang makan dengan dosen itu. Sejak saat itu Nisa tidak lagi posesif terhadap dirinya. Namun, ia tetap melayani Naufal dengan baik dan bertahan demi anaknya.
Lama kelamaan, Naufal tidak tega dan meminta Nisa untuk melepaskannya. Nisa tidak melakukan perlawanan dan protes apapun kepada suaminya itu. Malam itu, Nisa langsung pamit untuk pergi ke rumahnya yang lain tanpa membawa anaknya.
Istri Sakit
Setelah seminggu, Nisa tidak pulang dan hilang tanpa kabar. Padahal saat itu Naufal butuh mengurus dokumen perceraiannya. Ternyata Nisa pergi ke Singapura untuk berobat yang juga diketahui oleh anaknya. Naufal merasa Nisa selama ini baik-baik saja dan hanya mencari perhatiannya.
Akhirnya, ia dan anaknya pergi ke Singapura, Naufal melihat Nisa terbaring di kasur dengan muka yang pucat dan banyak alat tertempel di tubuhnya. Tidak disangka, selama lima tahun ini Nisa punya penyakit jantung.
Suami Sadar dan Menyesal
©2023 Merdeka.com/Twitter naufalm13200
Naufal merasa menjadi orang paling jahat di dunia. Ia menangis sejadi-jadinya di hadapan Nisa. Ia juga meminta maaf dan menyesal sudah selingkuh sampai ingin bercerai. Di sisi lain, Nisa juga meminta maaf tidak bisa menjadi istri yang baik dan belum bisa mengurus dokumen perceraian itu. Sejak saat itu, Naufal mengurungkan niat untuk bercerai dengan Nisa. Ia benar-benar merasa bersalah dan berjanji untuk merawat Nisa hingga sembuh.
Istri Meninggal Dunia
©2023 Merdeka.com/Twitter naufalm13200
Setiap hari Naufal menemani Nisa untuk menebus hari yang ia buang untuk selingkuh. Ia baru sadar ia tidak bersyukur sudah diberi istri sebaik Nisa. Setelah operasi, Nisa mengalami masa kritis dan detak jantungnya tidak stabil. Selama itu, Naufal tetap mengajak Nisa ngobrol dengan menceritakan momen-momen mereka yang paling berkesan. Saat masa kritisnya sudah terlewat, Naufal pulang sebentar ke Indonesia, malamnya Nisa kembali kritis.
Saat Naufal tiba di Singapura, Nisa sudah melewati masa kritisnya. Ia menjaga Nisa seharian penuh dengan tetap memegang tangannya. Paginya, ia mendapati tangan Nisa sudah dingin dengan posisi masih tidur. Nisa sudah meninggal dunia saat itu. Naufal sudah tidak bisa menangis, ia sudah ikhlas walaupun masih ada penyesalan dalam dirinya. Ia tenang karena Nisa sudah tidak sakit lagi dan keinginannya terkabul untuk meninggal duluan.
Naufal bersyukur bisa merawat Nisa pada saat-saat terakhirnya. Saat mengantarkan Nisa ke liang lahat, ia sadar bahwa ia berhasil jadi cinta pertama dan terakhir untuk Nisa. Nisa menjadi cinta sejatinya, ia memutuskan untuk tidak menikah lagi sampai ia dipertemukan dan dapat bersatu kembali dengan Nisa.