LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. SUMUT

Viral Bangunan Roboh di Padangsidimpuan Terseret Banjir Bandang, Ini Faktanya

Video viral memperlihatkan detik-detik sebuah bangunan di Kota Padangdisimpuan, Sumatra Utara, roboh terseret arus sungai.

2021-12-15 16:38:00
Video Viral
Advertisement

Baru-baru ini, warganet dihebohkan dengan video viral yang memperlihatkan detik-detik sebuah bangunan di Kota Padangdisimpuan, Sumatra Utara (Sumut) roboh terseret arus sungai. Video itu diunggah oleh akun Instagram @medanku pada Selasa (14/12).

"Satu unit bangunan permanen dua lantai di Jalan Merdeka, Kelurahan Timbangan, Kota Padangsidimpuan, ambruk ke sungai. Bangunan yang berada di pinggir sungai tersebut roboh usai tergerus arus sungai, sekitar pukul 18.00 WIB," tulis caption dalam unggahan itu.

Dalam video itu, sebuah bangunan tingkat berwarna putih hijau, yang terletak tepat di bantaran sungai, koyak karena tanah tempat bangunan tersebut berdiri tergerus aliran sungai. Bangunan itu pun seketika roboh ke arah sungai dan akhirnya hanyut terbawa arus.

Advertisement

Viralnya video tersebut membuat tersebarnya informasi yang salah, yang menyebut bahwa telah terjadi banjir bandang di wilayah itu. Kabar ini pun sampai kepada Gubernur Sumut Edy Rahmayadi.

Usai mengetahui soal video viral dan kabar banjir bandang itu, Gubernur Edy pun langsung menghubungi Wali Kota Padangsidimpuan, Irsan Efendi Nasution, untuk menanyakan kebenaran informasi yang beredar di media sosial. Namun ternyata, peristiwa tersebut bukan lah banjir bandang, melainkan hanya naiknya debit air Sungai Aek Sibontar akibat hujan deras yang melanda wilayah itu sejak Senin (13/12).

Dalam unggahan di akun Instagram pribadinya, @edy_rahmayadi pada Rabu (15/12), Gubernur Edy meminta Wali Kota setempat untuk memberikan klarifikasi terkait kesalahan informasi yang beredar di masyarakat.

Advertisement

Berikut informasi selengkapnya.

Bukan Banjir Bandang

Instagram/@medanku ©2021 Merdeka.com

Dalam unggahannya, Gubernur Edy mengatakan dirinya telah menghubungi Wali Kota Padangdisimpuan Irsan Efendi Nasution dan mendapatkan informasi bahwa video viral tersebut bukan lah banjir bandang. Gubernur Edy juga telah meminta agar Wali Kota memberikan klarifikasi ke masyarakat untuk menghindari adanya misinformasi dan kepanikan.

"Saya juga sudah hubungi pihak terkait untuk meninjau langsung kondisi di sana, agar bisa dilakukan penanganan segera guna mencegah hal-hal yang tak diinginkan terjadi di sana," tulis Gubernur Edy dalam unggahannya.

Irsan melalui sambungan telepon bersama Gubernur Edy mengatakan bahwa bangunan roboh yang viral itu dalam kondisi kosong, sehingga tidak menimbulkan korban jiwa. Sementara, Ia membenarkan bahwa terjadi genangan air di beberapa titik di wilayahnya akibat hujan deras yang melanda Sejak Senin (13/12).

"Dan rumah itu dalam keadaan kosong, Pak Gubernur. Kemudian karena hujan lebat, memang ada genangan air di empat kelurahan. Sebenarnya tidak ada isu yang menyebutkan banjir bandang. Tapi karena video robohnya gedung itu demikian viral, seolah-olah ada banjir bandang," ujarnya dalam sambungan telepon bersama Gubernur Edy.

Sejumlah Wilayah di Tapanuli Selatan Terdampak

Banjir yang melanda Kota Padangsidimpuan ini ternyata berdampak pada sejumlah wilayah di Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel). Melansir dari ANTARA, banjir kiriman dari Kota Padangsidimpuan tersebut telah mengakibatkan sebuah jembatan sepanjang 87 meter di Kecamatan Angkola Muaratais, Tapsel, putus total.

"Rambin itu akses vital menghubungkan antara Desa Pasir Matogu ke Desa Sorimanaon," kata Camat Angkola Muaratais, AM Fadhil Harahap pada Selasa (14/12).

Tidak hanya itu, banjir kiriman itu juga telah mulai merendam sejumlah kawasan pertanian dan perkebunan masyarakat berlokasi dekat aliran Sungai Batang Angkola di wilayah tersebut.

"Kita sudah minta agar masyarakat waspada dan mengungsi apabila kondisi air sungai sudah tidak bisa ditolelir lagi," tegas Fadhil.

(mdk/far)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.