LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. SUMUT

Tata Rias Pengantin Khas Batak Toba Akan Dibakukan, Ini Alasannya

Pemerintah Provinsi Sumut melalui Sub Konsorsium Tata Rias Pengantin (TRP) Sumut berencana akan membakukan budaya TRP Batak Toba sebagai salah satu kekayaan adat istiadat dan budaya khas Sumut.

2022-01-28 11:44:00
Budaya Indonesia
Advertisement

Sebagai upaya untuk menjaga dan melestarikan budaya daerah Sumatra Utara (Sumut), Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut melalui Sub Konsorsium Tata Rias Pengantin (TRP) Sumut berencana akan membakukan budaya TRP Batak Toba sebagai salah satu kekayaan adat istiadat dan budaya khas Sumut.

Aksi ini mendapat dukungan dari Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Sumut, Nawal Lubis.

Nawal mengatakan, pembakuan TRP Batak Toba tersebut sangat penting, agar budaya daerah dan adat istiadat Sumut, khususnya Batak Toba, tidak hilang dengan masuknya budaya luar.

Advertisement

“Ini sangat perlu dibakukan agar warisan leluhur terkait adat istiadat tata rias pengantin tidak hilang karena masuknya arus modernisasi,” katanya pada Kamis (27/1). Melansir dari laman resmi berita Pemprov Sumut, berikut informasi selengkapnya.

Pelestarian Budaya untuk Generasi Muda

Namun, Nawal meminta agar lebih fokus pada satu budaya daerah terlebih dahulu untuk pembakuan TRP ini. Ia juga meminta agar dilakukan berbagai uji kompetensi yang nantinya bisa diterapkan baik di kurikulum pendidikan formal maupun pendidikan luar sekolah.

Advertisement

“Ibu –ibu patenkan dulu mana yang mau diangkat, fokus dulu kalau memang Batak Toba ya silakan, tak usah mikir yang lain,” ujarnya.

Nawal juga menyebut hal ini merupakan bentuk dukungan dari Pemprov Sumut atas upaya pelestarian budaya Sumut bagi generasi yang akan datang.

“Selaku Ketua TPP Sumut, tak mungkin saya tidak mendukung, apalagi untuk kemajuan dan pelestraian budaya sebagai warisan bagi generasi Sumut yang akan datang,” katanya.

Bisa Jadi Acuan Paten bagi Masyarakat

Sementara itu, Ketua Sub Konsorsium TRP Sumut Nurhayati Lubis mengatakan, pembakuan TRP Batak Toba ini selain untuk mengangkat dan melestarikan nilai budaya TRP Batak Toba, juga bisa menjadi acuan masyarakat agar tidak terjadi kesalahan saat memakai pakaian adat. Apalagi, di Sumut sendiri ada banyak budaya dan adat yang berbeda-beda satu dengan lainnya.

Sebelumnya enam TRP lain sudah dibakukan, yakni TRP Melayu, Karo, Sibolga, Simalungun, Mandailing Natal serta Tapanuli Selatan.

“Telah dilakukan uji kompetensi dan digunakan di seluruh Indonesia, serta masuk di kurikulum pendidikan formal maupun pendidikan luar sekolah,” katanya.

Dalam pembakuan ini, nantinya akan dilaksanakan lokakarya, yang akan dilaksanakan di Kota Balige, Kabupaten Toba. Kemudian lokakarya, seminar dan uji kompetensi.

(mdk/far)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.