Suhu Udara Meningkat Masuki Musim Kemarau, BBMKG Sumut Peringatkan Potensi Karhutla
Memasuki musim kemarau, Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah I-Medan memperingatkan terkait potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Memasuki musim kemarau, Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah I-Medan menyebutkan suhu udara di wilayah Sumatera Utara (Sumut) meningkat mencapai 34 derajat Celsius.
"Suhu udara meningkat sekitar satu derajat dari 33 menjadi 34 derajat Celcius, karena baru memasuki kemarau," ujar Forecaster on duty BBMKG Wilayah I-Medan Nora Sinaga pada Rabu (24/2).
Dilansir dari Antara, BBMKG memperingatkan potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) selama musim kemarau ini.
Peningkatan Suhu Terjadi di Hampir Semua Wilayah
Nora mengatakan, peningkatan suhu tersebut hampir melanda semua kabupaten/kota di Sumut meliputi pantai timur dan pantai barat, di antaranya Langkat, Medan, Deli Serdang, Dairi, Tapanuli Tengah, Tapanuli Utara, dan Sibolga.
Peningkatan suhu udara ini juga disertai dengan embusan angin yang secara umum bergerak dari arah utara menuju timur laut, dengan memiliki kecepatan antara lima hingga 25 kilometer per jam.
Waspadai Potensi Karhutla
Dengan terus meningkatnya suhu yang terjadi di wilayah Sumut, diwaspadai muncul titik-titik 'hotspot' di beberapa wilayah. Hal ini bisa memicu terjadinya karhutla.
Ilustrasi shutterstock.com
"Titik hotspot atau potensi kebakaran hutan dan lahan, khusus wilayah pantai barat di Sumatra Utara. Ini diperkirakan berlangsung hingga Maret nanti," kata Nora.