Seorang Dokter Gigi Meninggal karena Corona, Waspada Pasien Tanpa Gejala
Virus corona memang tidak mengenal siapa korbannya, sekalipun tenaga medis yang membantu perawatan. Baru-baru ini, drg. Anna Herlina Ratnasari, seorang dokter gigi yang membuka praktik di Jakarta, meninggal dunia karena virus corona.
Virus corona memang tidak mengenal siapa korbannya, sekalipun tenaga medis yang membantu perawatan. Baru-baru ini, drg. Anna Herlina Ratnasari, seorang dokter gigi yang membuka praktik di Jakarta, meninggal dunia karena virus corona.
Hal ini membuktikan bahwa tidak selamanya dokter penyakit dalam atau dokter khusus yang menangani dan merawat pasien corona saja yang bisa tertular, dokter lain pun bisa. Tercatat ada 8 dokter gigi yang tertular COVID-19.
Pasien Tanpa Gejala
2019 Liputan6.com
Dijelaskan oleh Kepala Gugus Tugas Penanganan COVID-19, Letjen Doni Monardo, dokter gigi yang bertugas menangani pasien sakit gigi tanpa disadari terjangkit virus corona yang tanpa gejala.
"Yang sangat berbahaya adalah orang tanpa gejala. Delapan dokter gigi kita tertular dari pasien yang berobat. Padahal mereka bukan pasien COVID-19, tapi periksa gigi," kata Doni.
Menyusul Dokter Gigi Lainnya
Meninggalnya drg. Anna Herlina Ratnasari menyusul dokter lain yang sudah mendahului karena terjangkit virus corona. Tercatat sudah ada lima dokter anggota Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) yang meninggal karena virus corona. Kelima dokter tersebut adalah sebagai berikut.
1. drg Umi Susana Widjaja, SpPM
2. drg Yuniarto Budi Santoso, MKM
3. drg Amutabia P Artsianti, SpOrt
4. drg Roselani Widajati Orang, SpProst
5. drg Gunawan Oentaryo, MKes
Sebelumnya, 17 dokter anggota Ikatan Dokter Indonesia (IDI) meninggal dunia. Sebagian dinyatakan positif terinfeksi COVID-19, sebagian lagi berstatus Pasien Dalam Perawatan (PDP).