LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. SUMUT

Sempat Langka, Ombudsman Sumut Temukan Ratusan Ton Pupuk Subsidi Tertimbun di Gudang

Ombudsman Republik Indonesia Perwakilan Sumatra Utara telah mengungkap kelangkaan dan mahalnya harga pupuk bersubsidi di kalangan para petani. Di Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), Ombudsman Sumut menemukan pupuk Phonska/NPK menumpuk di gudang milik PT Pupuk Indonesia.

2023-05-30 12:53:00
Sumut
Advertisement

Ombudsman Republik Indonesia Perwakilan Sumatra Utara telah mengungkap kelangkaan dan mahalnya harga pupuk bersubsidi di kalangan para petani. Di Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), Ombudsman Sumut menemukan pupuk Phonska/NPK menumpuk di gudang milik PT Pupuk Indonesia.

Penemuan banyaknya pupuk subsidi yang menumpuk di gudang PT Pupuk Indonesia itu saat pihak Ombdusman Sumut sedang melaksanakan inspeksi mendadak atau Sidak pada Senin (29/5) kemarin.

Menurut Kepala Ombudsman RI Perwakilan Sumut, Abyadi Siregar, mengatakan bahwa diperkirakan ratusan ton pupuk Phonska/NPK bersubsidi tertimbun di gudang itu berlokasi di Jalan Firdaus, Kecamatan Sei Rambah, Sergai.

Advertisement

"Temuan ini belum termasuk sekitar 20 ton lagi yang belum dibongkar dari sebuah truk yang ada di depan gudang," ungkap Abyadi, mengutip dari liputan6.com (29/5).

Tidak Kooperatif

Advertisement

©Liputan6.com

Diungkapkan Abyadi, saat tim Ombudsman Sumut melakukan sidak di gudang PT Pupuk Indonesia, diterima oleh Kepala Gudang bernama Fahruf Abdallah.

Namun, menurut Abyadi, Fahruf Abdallah sangat tidak kooperatif dan terkesan tertutup saat menerima tim Ombudsman Sumut. Selain itu, Fahruf pun tidak bisa memberi penjelasan terkait penimbunan ratusan ton pupuk subsidi tersebut.

"Menolak memberi penjelasan tentang ratusan ton pupuk bersubsidi di dalam gudang tersebut," terangnya.

Muncul Kecurigaan

istimewa ©2022

Abyadi Siregar yang didampingi oleh Kepala Keasistenan Pencegahan, Mory Yana Gultom dan Asisten, Wulandari Ayu, mengaku muncul kecurigaan terkait pengelolaan pupuk bersubsidi yang ada di gudang tersebut.

"Kenapa harus menutup-nutupi informasi tentang pupuk bersubsidi? Padahal kami menyaksikan sendiri, sekitar ratusan ton pupuk Ponska/NPK tertimbun di gudang itu," terang Abyadi.

Beberapa waktu terakhir, Ombudsman Sumut sering menerima keluhan petani atas kelangkaan pupuk subsidi tersebut. Tak hanya itu, harganya pun juga melambung tinggi dari Harga Eceran Tertinggi (HET).

Biasanya, HET hanya sebesar Rp115.000/zak atau 50 Kg. Sedangkan petani mengaku harus menebus di harga antara Rp145.000 sampai Rp.150.000/zak.

Segera Diusut

©2023 Merdeka.com

Atas adanya penemuan penimbunan pupuk subsidi tersebut, Abyadi pun berharap agar penegak hukum yaitu Polda Sumut untuk mengusut dugaan adanya praktik permainan pupuk bersubsidi di Sergai.

Menurutnya, keluhan para petani atas kelangkaan pupuk tersebut harus direspons dengan baik oleh semua pihak.

"Aparat penegak hukum (Polda Sumut) harap segera turun tangan," pungkas Abyadi.

(mdk/adj)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.