LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. SUMUT

Pria di Serdang Bedagai Tekuni Bisnis Kelabang, Jadi Komoditas Ekspor Menjanjikan

Keberadaan kelabang ternyata justru menjadi ladang rezeki bagi seorang pria asal Dusun Belimbing II, Desa Melati II, Kecamatan Perbaungan, Kabupaten Serdang Bedagai bernama Rahmad Sebayang. Ia berhasil mendapatkan pundi-pundi rupiah dari hasil ternak hewan berbisa tersebut.

2023-01-18 15:40:00
Berita
Advertisement

Kelabang atau yang juga dikenal dengan lipan biasanya menjadi salah satu hewan yang paling tak ingin dijumpai manusia. Kelabang merupakan hewan berbisa dengan tubuh pipih dan bersegmen seperti cacing. Hewan ini juga dikenal dengan jumlah kakinya yang banyak.

Keberadaan kelabang ternyata justru menjadi ladang rezeki bagi seorang pria asal Dusun Belimbing II, Desa Melati II, Kecamatan Perbaungan, Kabupaten Serdang Bedagai bernama Rahmad Sebayang. Ia berhasil mendapatkan pundi-pundi rupiah dari hasil ternak hewan berbisa tersebut.

Hasil budidaya kelabang yang ditekuni oleh Rahmad ini bahkan sampai diekspor ke luar negeri. Berikut ulasan selengkapnya.

Advertisement

Bisnis Kelabang Sejak Tahun 2015

Youtube/Liputan6 ©2023 Merdeka.com

Advertisement

Pria berdarah Batak Karo ini sudah menekuni budidaya kelabang sejak tahun 2015. Ia juga menggandeng warga setempat dalam menjalankan bisnis tersebut.

Ternyata, budidaya kelabang milik Rahmad ini merupakan warisan dari orang tuanya. Ia melanjutkan bisnis tersebut dari ilmu yang dipelajari semenjak duduk di bangku sekolah.

Ekpansi ke Negeri Tetangga

Youtube/Liputan6 ©2023 Merdeka.com

Kelabang atau lipan sendiri biasanya dimanfaatkan masyarakat untuk dijadikan sebagai pakan ikan arwana. Saat awal menggeluti bisnis ini, Rahmad hanya menjual hasil ternak kelabangnya dalam lingkup wilayah Kota Medan saja.

Namun seiring berjalannya waktu, Rahmad menyadari bahwa bisnis ini sudah mulai merambah ke luar negeri. Saat ini, kelabang milik Rahmad sudah dikirim ke China dan Korea.

Hal itu bermula ketika ada seorang pembeli datang ke tempat Rahmad, kemudian pembeli tersebut memberi pelatihan cara mengemas produk kelabang sesuai standar dan aturan agar bisa dikirim ke luar negeri.

"Karena udah ada internet, saat iseng-iseng buka ternyata ada buyer (pembeli) dari luar pulau. Ya kita hubungi saja, ternyata mereka ramah dan mau turun ke mari (datang ke tempatnya). Akhirnya terjadi transaksi," terang Rahmad Sebayang dikutip dari Liputan6.

Beralih Profesi Menjadi Pencari Kelabang

Melihat budidaya kelabang milik Rahmad berjalan lancar dan sukses, warga sekitar Dusun Belimbing II, Desa Melati II, Kecamatan Perbaungan, Kabupaten Serdang Bedagai pun banting setir dari petani menjadi pencari kelabang.

Proses pencarian kelabang di Kecamatan Perbaungan sangatlah mudah, karena kondisi daerah ini yang masih cukup banyak area sawah dan perkebunan yang menjadi tempat tinggal kelabang.

Untuk hasil tangkapan kelabang harganya bervariasi sesuai dengan ukuran tubuhnya. Ukuran 15 sampai 20 cm dipatok harga Rp2.800 sampai 3.000 per ekornya.

"Tergantung cuaca, kalo cuacanya jelek ya hasilnya bisa anjlok. Biasanya sampai 30 sampai 40 ekor," terang salah satu warga pencari kelabang, Marsiono.

Dalam menjalankan bisnis budidaya kelabang miliknya, Rahmad juga memanfaatkan media untuk berinteraksi dengan para pembeli dari dalam maupun luar negeri.

Saat ini kelabang menjadi salah satu komoditas yang menjanjikan, karena Rahmad bisa meraup omzet penjualan mencapai ratusan juta rupiah.

(mdk/adj)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.