Pesona Graha Maria Annai Velangkanni, Gereja Unik Kental dengan Suasana Hindu
Graha Maria Annai Velangkanni ini adalah sebuah gereja unik yang mirip dengan kuil di India. Kepopuleran gereja ini tidak jauh berbeda dengan Istana Maimun yang penuh sejarah di Medan.
Medan adalah salah satu dari kota terbesar di Indonesia yang terkenal dengan keberagaman suku dan budaya di dalamnya. Di kota ini Anda akan menemukan banyak sekali orang dari berbagai suku, budaya dan agama yang hidup secara harmonis dan berdampingan.
Keragaman suku dan budaya itulah yang membuat Medan memiliki banyak tempat-tempat wisata unik yang bisa untuk dikunjungi, salah satunya adalah Graha Maria Annai Velangkanni.
Graha Maria Annai Velangkanni ini adalah sebuah gereja unik yang mirip dengan kuil di India. Terletak di Kecamatan Tuntungan, Kelurahan Tanjung Selamat, di Komplek Taman Sakura Indah, Medan, gereja ini menjadi salah satu destinasi wisata yang ramai oleh pengujung.
Kepopuleran gereja ini tidak jauh berbeda dengan Istana Maimun yang penuh sejarah di Medan.
Gereja Katolik Mirip Kuil Hindu
Jika dilihat sekilas dari luar, bangunan yang berdiri dengan megah ini pasti akan banyak dikira adalah sebuah kuil. Namun, ternyata bangunan ini adalah sebuah gereja katolik yang memang dibangun menyerupai sebuah kuil Hindu di India.
Graha Maria Annai Velangkanni ini dibangun mulai tahun 2001 dan diresmikan pada Oktober tahun 2005. Pembangunan gereja ini dilakukan selama empat tahun dengan biaya mencapai 4 miliar.
Dibangun Oleh Seorang Pastor
Sumber: liputan6.com 2020 Merdeka.com
Pembangunan Graha Maria Annai Velangkanni merupakan hasil dari sebuah impian dan inisiatif dari seorang pastor yang bernama Pastor James Bharataputra S.J.
Ia dengan kerja keras, kesabaran dan keberaniannya berjuang untuk membangun gereja ini hanya dengan mengandalkan dana dari para donatur yang bersedia untuk menyumbang.
Dana pembangunan gereja ini 60 persennya berasal dari umat di Indonesia, 30 persen dari Singapura, dan selebihnya dari Malaysia, India, dan Dubai.
Arsitektur Bergaya India Mughal
Dilansir dari laman velangkanni, gereja ini dibangun dengan sentuhan Indonesia-India. Arsitektur gereja ini sangat berbeda karena memiliki orisinalitas perpaduan arsitektur India Mughal yang terlihat dalam ornamen dan tampilan warna bangunan gereja.
Yang paling terlihat selain dari warnanya yang mencolok yaitu bentuk dari menara yang ada di gereja ini. Menara dari Graha Maria Annai Velangkanni ini mempunyai desain dengan gaya arsitektur Hindu yang terletak pada kubahnya.
Beberapa simbol agama juga terlihat menghiasi bangunan gereja ini, dan perpaduan ini selaras dengan struktur kuil untuk membentuk kesatuan yang indah.
Persembahan untuk Bunda Maria Velangkanni
Sumber: velangkanni.com 2020 Merdeka.com
Graha Maria Annai Velangkanni ini dibuat sebagai persembahan untuk Bunda Maria yang terkenal sebagai penyembuh di India. Gereja ini banyak sekali didatangi oleh umat pecinta Bunda Maria, baik dari Indonesia maupun manca negara.
Ada juga sebuah kejadian unik yang dikatakan sebagai keajaiban oleh umat Katolik di gereja ini, bahwa beberapa hari setelah gereja ini diresmikan, muncul sebuah mata air tepat di bawah kaki patung Bunda Maria. Akhirnya banyak orang datang untuk minum air dan percaya air tersebut dapat menyembuhkan.
Diklaim Tahan Gempa Sampai 9 Skala Richter
Dilansir dari laman superadventure, dilihat dari bangunannya yang berdiri kokoh dan megah, Graha Maria Annai Velangkanni ini konon katanya mampu bertahan dari goncangan gempa yang kekuatannya mencapai 9 skala richter.
Hal ini membuat gereja ini menjadi salah satu bangun terkuat di Medan.
Destinasi Wisata Religi Populer di Medan
Sumber: edupaint.com 2020 Merdeka.com
Gereja ini merupakan pusat ziarah yang dibangun Keuskupan Agung di Indonesia. Selain menjadi tempat peribadatan bagi umat Katolik, Graha Maria Annai Velangkanni ini juga sangat populer untuk dijadikan sebagai destinasi wisata, lho.
Gereja ini memang dibuka untuk umum, sehingga ada banyak wisatawan yang mengunjungi gereja ini, terutama di saat musim liburan.
Namun, karena fungsi utamanya sebagai tempat peribadatan, jadi wisatawan yang berkunjung ke gereja ini harus mengikuti aturan gereja untuk menjaga kesopanan dan ketertiban.