7 Penyebab Anak Kecewa dengan Orang Tua, Tidak Memvalidasi Perasaan Mereka
Berusaha untuk memberikan anak segala dukungan morel dan material menjadi penting agar anak tidak kecewa pada orang tua.
Membesarkan anak bukanlah hal yang mudah. Menjadi orang tua merupakan tugas seumur hidup. Bahkan ketika anak sudah tumbuh dewasa pun, tingkah lakunya saat ini juga merupakan hasil didikan menahun oleh orang tua.
Meski menjadi orang tua merupakan pengalaman baru bagi pasangan baru, namun ada banyak hal yang bisa dipersiapkan sebelum anak lahir. Berusaha untuk memberikan anak segala dukungan morel dan material menjadi penting agar anak tidak kecewa pada orang tua.
Berikut merdeka.com rangkum tujuh penyebab anak kecewa dengan orang tua dan cara mengatasinya. Langkah-langkah ini tidak hanya membantu orang tua untuk memahami anak, tetapi juga secara tidak langsung memberikan contoh bagaimana menjadi orang tua yang baik.
Sering Tidak Menepati Janjinya
Penyebab anak kecewa dengan orang tua yang pertama adalah orang tua seringkali tidak menepati janjinya. Janji dalam hal ini tidak harus selalu tentang hal-hal yang bersifat material seperti uang atau hadiah. Namun bisa juga janji soal menghadiri suatu tempat atau melakukan sesuatu bersama.
Jika orang tua tidak bisa menepati janjinya, anak akan kecewa karena berpikir bahwa orang tua adalah seorang pembohong. Hal ini ke depannya akan berdampak pada anak yang tak lagi percaya pada orangtuanya.
Salah satu cara untuk mengatasi hal tersebut tentunya dengan sebisa mungkin menepati janji yang sudah diucapkan kepada anak. Apalagi belum bisa menepati janji, maka orang tua wajib untuk meminta maaf dan berusaha untuk menggantikan kekecewaan anak.
Curhatan Anak Diabaikan
Penyebab anak kecewa dengan orang tua berikutnya adalah ketika orang tua mengabaikan curhatan atau keluh kesah anak. Selayaknya manusia pada umumnya, anak juga pasti pernah mengalami hari yang buruk. Hal itu bisa merusak suasana hati anak, karena itu ia perlu mengeluarkan apa yang mengganjal hatinya.
Anak akan kecewa ketika orang tua tidak mengindahkan keluh kesah mereka. Mereka akan berpikir kalau orang tua tidak peduli pada mereka. Kemungkinan terburuk yang mungkin terjadi adalah anak akan mencari sumber aman lain di luar keluarga inti mereka yang belum tentu lebih baik.
Karena itu, coba untuk mendengarkan curahan hati anak dengan seksama. Dengan begitu, anak akan merasa aman untuk membuka diri kepada orang tua. Pastikan juga agar tidak menghakimi anak ketika mereka mengungkapkan perasaannya.
Sering Lupa Pada Hal-Hal Kecil
Penyebab anak kecewa dengan orang tua selanjutnya adalah orang tua seringkali melupakan hal-hal dari tentang anak. Hal ini biasanya berkaitan dengan kapan periode ujian tengah semester anak atau makanan apa yang sangat ia sukai dan tidak sukai.
Melupakan hal-hal kecil seperti di atas terkesan sepele, namun anak akan mengingatnya sepanjang masa jika terus saja dilakukan. Anak akan kecewa dengan berpikir bahwa orang tuanya memang tidak peduli tentang apapun tentang dirinya.
Karena itu, berusahalah lebih keras untuk mengingat hal-hal tersebut. Apabila memang benar-benar tidak ingat, orang tua bisa meminta maaf dan bertanya lagi pada anak. Jika perlu, orang tua bisa mencatat hal tersebut dan dimasukkan pengingat agar tidak bisa terlupakan.
Tidak Memvalidasi Perasaan Anak
Penyebab anak kecewa dengan orang tua yang keempat adalah saat orang tua tidak mengakui apa yang dirasakan oleh anak. Merasa sedih, marah, senang, dan kesal adalah hal yang manusiawi. Terlebih perasaan buruk, akan sangat tidak sehat jika terus dipendam.
Namun, anak bisa jadi kecewa jika orang tua tidak menganggap perasaan anak itu penting. Menyebut anak sebagai cengeng atau lemah ketika mereka menangis adalah salah contoh yang buruk dalam memahami perasaan anak.
Oleh sebab itu, akan lebih baik jika orang tua mau mendengarkan perasaan anak terlebih dahulu. Pastikan bahwa perasaannya valid dan wajar jika sesekali merasakan hal tersebut. Bicara pada anak secara empat mata dan dengan kepala dingin akan sangat membantu komunikasi antara anak dan orang tua.
Sering Membentak Anak
Penyebab anak kecewa dengan orang tua yang kelima adalah sering membentak anak. Semua orang tentu tidak menyukai kekerasan. Baik kekerasan verbal, mental maupun fisik, ketiganya sangat buruk untuk dilakukan terutama pada anak oleh orang tua.
Seringkali membentak anak akan membuat mereka kecewa karena hal itu dapat membuat mereka takut kepada orang tua. Kemungkinan terburuk yang bisa terjadi adalah, anak akan mengalami trauma berat dan enggan untuk terbuka lagi kepada orang tua.
Cara untuk mengatasi hal tersebut adalah dengan membiasakan untuk berkata lembut. Bedakan antara berbicara dengan lantang dan berbicara dengan kasar. Dengan begitu, anak juga akan tumbuh menjadi pribadi yang penuh kasih sayang.
Memarahi atau Mempermalukan Anak di Depan Umum
Penyebab anak kecewa dengan orang tua berikutnya saat orang tua memarahi atau mempermalukan anak di depan umum. Hal ini sering terjadi ketika tengah menghadiri acara keluarga besar.
Orang tua yang terbiasa tidak mengindahkan perasaan anaknya, akan seringkali memarahi bahkan mempermalukan anaknya di depan umum. Dengan begitu, anak akan merasa kecewa dan tidak mau lagi menghadiri acara bersama keluarga karena takut dipermalukan.
Apabila anak memiliki kesalahan, coba ingatkan dengan baik. Tidak perlu menggunakan kata-kata yang bisa menyakiti perasaan anak. Selain itu, orang tua juga bisa mengingatkan anaknya di ruang privat sehingga anak tidak kehilangan kepercayaan dirinya.
Tidak Mau Mengakui Kesalahan dan Meminta Maaf
Penyebab anak kecewa dengan orang tua yang terakhir adalah saat orang tua enggan mengakui kesalahan diri dan meminta maaf atas kesalahan tersebut. Manusia bukanlah makhluk yang sempurna, karena itu wajar apabila melakukan kesalahan.
Bahkan meski usianya jauh lebih tua dan memiliki banyak pengalaman hidup, orang tua sekalipun juga bisa melakukan kesalahan pada anak. Orang tua yang angkuh dan tidak mengakui kesalahannya bisa membuat anak merasa kecewa.
Karena itu, ada baiknya orang tua bisa menjadi lebih rendah hati. Akui kepada anak jika memang orang tua melakukan kesalahan dan kemudian meminta maaf pada mereka. Secara tidak langsung, anak juga akan belajar bahwa orang tua mereka berhati besar karena mau mengakui kesalahan dan memperbaikinya.