Mengenal Sinamot, Mahar saat Upacara Adat Pernikahan dari Tanah Batak
Pemberian Sinamot pun tidak hanya kepada keluarga inti pihak perempuan saja, tetapi juga saudara laki-laki dari ayah calon ibu mertua perempuan, anak dari bibi mempelai perempuan, hingga para tamu undangan dari pihak perempuan.
Setiap upacara pernikahan di Indonesia identik dengan mahar. Di suku Batak, mahar itu disebut Sinamot atau tuhor ni boru.
Dalam praktiknya, pemberian Sinamot tak hanya berbentuk uang saja, melainkan juga sebuah benda yang dianggap mahal. Proses Sinamot terjadi apabila pihak laki-laki menjalin 'transaksi' kepada pihak perempuan. Pemberian uang pun relatif berbeda-beda hasil dari persetujuan kedua keluarga pasangan yang akan menikah.
Pemberian Sinamot pun tidak hanya kepada keluarga inti pihak perempuan saja, tetapi juga saudara laki-laki dari ayah calon ibu mertua perempuan, anak dari bibi mempelai perempuan, hingga para tamu undangan dari pihak perempuan.
Penasaran dengan salah satu rangkaian upacara adat dalam pernikahan dari Tanah Batak ini? Simak ulasannya yang dihimpun dari beberapa sumber berikut ini.
Asal Usul Sinamot
©Pixabay/99mimimi
Melansir dari liputan6.com, asal usul Sinamot rupanya lahir dari masyarakat batak itu sendiri dan berkembang menjadi salah satu rangkaian upacara adat suku Batak.
Awal mulanya, dahulu pekerjaan mayoritas suku Batak adalah bertani dan bercocok tanam. Pekerjaan tersebut dilakukan sebagian besar oleh kaum perempuan saat itu, sehingga jika perempuan menikah dan pergi mengikuti suaminya, otomatis pekerjaan di ladang keluarganya akan semakin berat.
Untuk meringankan beban pekerjaan di ladang milik keluarga perempuan, kewajiban laki-laki adalah memberikan 'pengganti' berupa tenaga kerja. Kemudian, seiring berjalannya waktu berganti menjadi binatang ternak seperti kerbau.
Lalu dengan sulitnya mencari kerbau sebagai Sinamot, para laki-laki Batak mengubah pemberian Sinamot dengan barang-barang berharga seperti rumah, uang, atau tanah yang sampai saat ini masih terus dijalankan.
Merupakan Rangkaian Penting
©Pexels/Emir Kaan
Bagi masyarakat Batak, Sinamot termasuk dalam rangkaian penting saat upacara pernikahan. Maka, kedudukan Sinamot sudah menjadi kewajiban bagi mempelai laki-laki untuk meminang mempelai perempuan.
Tak heran jika mempelai laki-laki selalu berusaha sekeras mungkin untuk bisa memberikan Sinamot yang paling berharga. Hal ini disimbolkan sebagai bentuk dari kesungguhan laki-laki sekaligus perjuangan yang dia lakukan.
Apabila kesungguhan laki-laki tersebut terbukti dengan nyata, orang tua dari mempelai perempuan tentunya akan memiliki keyakinan yang lebih karena sang laki-laki mau berjuang untuk anaknya dan dipandang baik.
Proses Pelaksanaan
Pelaksanaan Sinamot akan disepakati dan diserah terima oleh pihak perempuan pada saat prosesi yang disebut Marhata Sinamot. Prosesi ini biasanya dilaksanakan sebelum acara Martumpol atau prosesi tunangan.
Untuk prosesi Martumpol, akan digelar mendekati pesta perkawinan adat yaitu sekitar dua minggu sebelum acara.
Pemberian Sinamot rupanya juga memerlukan perkiraan, mulai dari pendidikan, pekerjaan, jarak tempat tinggal, silsilah dalam keluarga, status sosial, hingga fisik dari mempelai wanita itu sendiri.