Menengok Telaga Dwi Warna, Air Terjun Unik di Tengah Alam Sibolangit
Wisata Air Terjun Dwi Warna terletak di Desa Sirugun, Kecamatan Sibolangit, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara. Air terjun ini terletak di dalam hutan Sibolangit.
Sumatra Utara menyimpan sejuta keindahan alam yang sayang untuk dilewatkan. Beragam destinasi wisata alam bisa dengan mudah didatangi. Seperti yang ada di daerah Sibolangit, destinasi wisata Air Terjun Dwi Warna yang sangat terkenal akan keunikannya.
Wisata Air Terjun Dwi Warna terletak di Desa Sirugun, Kecamatan Sibolangit, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara. Air terjun ini terletak di dalam hutan Sibolangit.
Air Terjun Dwi Warna berada di ketinggian 1.270 mdpl, jadi tak heran jika suhu di sini akan terasa sangat sejuk dan dingin. Pesona keindahan alam di sekitar air terjun juga tak kalah menarik, sehingga wajib untuk dikunjungi.
Memiliki Dua Warna
Sumber: panduanwisata.id ©2020 Merdeka.com
Dilansir dari laman nusapedia, air terjun yang berada di tengah hutan di Sibolangit ini disebut Dwi Warna karena memiliki dua gradasi warna pada airnya.
Air yang berasal dari atas air terjun yang tertampung dari pancurannya berwarna putih keabu-abuan. Kemudian aliran air itu tumpah riuh dari atas ke bawah. Air telaganya berwarna biru cerah.
Memiliki Dua Suhu Berbeda
Air terjun ini bersumber dari Gunung Sibayak. Selain warna, suhu air terjun ini pun sangat unik. Air yang berwarna biru memiliki suhu yang dingin, sedangkan air yang berwarna putih keabu-abuan memiliki suhu yang hangat.
Selain menghabiskan waktu bermain-main dengan percikan air, wisatawan juga dapat melakukan aktivitas lainnya sembari menikmati pesona alam di sekitar air terjun yang masih asri. Wisatawan bisa menghabiskan waktu dengan berenang atau bersantai menghangatkan tubuh sambil menyalakan api unggun.
Mengandung Belerang
Dilansir dari laman ksmtour, dulunya air terjun ini terbentuk dari letusan Gunung Sibayak yang menciptakan jalur aliran sungai yang bersatu dengan air hutan. Percampuran ini menciptakan sensasi air yang dingin dan sejuk.
Secara ilmiah, perbedaan suhu dan warna pada air terjun ini diakibatkan oleh air yang bercampur dengan belerang yang mengandung fosfor. Oleh karena itu, para wisatawan tidak diperbolehkan untuk meminum air dari air terjun.
Medan yang Terjal
Dilansir dari laman gosumatra, untuk bisa mencapai air terjun ini tidak mudah. Medan yang harus dilewati untuk menuju ke air terjun terbilang cukup sulit. Pasalnya, wisatawan harus melewati hutan lebat terlebih dahulu dengan waktu sekitar 2 hingga 3 jam.
Meskipun melewati hutan lebat, namun tidak perlu khawatir, karena di sepanjang jalan ada petunjuk arah yang sengaja dibuat untuk membantu wisatawan demi mempermudah perjalanan menuju air terjun.