LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. SUMUT

Menengok Keindahan Gunung Sitoli, Sisi Lain Kota Tertua di Kepulauan Nias

Gunung Sitoli merupakan kota tertua dan terbesar di Kepulauan Nias. Kota ini merupakan pemekaran dari Kabupaten Nias. Dulunya kota ini adalah sebuah kecamatan di Nias, baru pada tahun 2008 diresmikan menjadi kota otonom.

2020-04-01 16:53:00
Pariwisata Indonesia
Advertisement

Gunung Sitoli merupakan kota tertua dan terbesar di Kepulauan Nias. Kota ini merupakan pemekaran dari Kabupaten Nias. Dulunya kota ini adalah sebuah kecamatan di Nias, baru pada tahun 2008 diresmikan menjadi kota otonom.

Nama Gunung Sitoli merupakan pemberian dari nenek moyang zaman dahulu yang menetap di tempat ini pertama kali. Gunung berarti daratan tinggi dan Sitoli diambil dari nama orang yang berdiam di bukit.

Sebagian wilayah Gunung Sitoli adalah perbukitan. Bagi Anda yang belum pernah mengunjungi kota ini, Gunung Sitoli adalah tempat yang sangat cocok untuk dijadikan destinasi liburan Anda. Di kota ini Anda akan dimanjakan dengan keindahan alamnya yang beragam. Selain itu, kota ini juga terdapat beberapa tempat bersejarah dan warisan-warisan budaya yang wajib untuk disambangi.

Advertisement

Tugu Peringatan Gempa Ikon Kota Gunung Sitoli

Sumber: pesona.travel 2020 Merdeka.com

Advertisement

Dilansir dari laman pesona.travel, di Jalan Diponegoro, Kota Gunung Sitoli, terdapat sebuah taman yang di sana ada sebuah tugu yang menjulang setinggi 3 meter. Tugu ini adalah tugu peringatan peristiwa gempa yang terjadi di Nias pada 28 Maret 2005 silam.

Tugu Peringatan Gempa ini tampak cantik karena di sekitarnya dikelilingi kolam berhiaskan air mancur yang indah. Tidak hanya menjadi penghias kota, Tugu Peringatan Gempa ini juga menyiratkan kebangkitan masyarakat Nias yang lebih modern dan maju. Tugu ini kini menjadi ikon baru kota Gunung Sitoli yang cantik, sarat akan cerita dan pesan berharga mengenai gempa beberapa tahun silam.

Perkampungan Adat Desa Tumori

Sumber: kompasiana.com 2020 Merdeka.com

Seperti yang dilansir dari laman backpackerjakarta, di Gunung Sitoli terdapat sebuah perkampungan adat yang dikenal dengan perkampungan adat Desa Tumori. Desa Tumori terletak di kecamatan Gunung Sitoli Barat. Nama Tumori berasal dari nama sebuah pohon raksasa yang ditemukan oleh pendirinya di masa lampau.

Di perkampungan tradisional ini Anda bisa menjumpai 10 rumah adat khas Nias bagian Utara yang berusia antara 50-120 tahun. Awalnya terdapat 21 rumah adat di desa ini, kini hanya tersisa 10 rumah karena sebagian dirubuhkan akibat perselisihan dan sebagian lagi rusak akibat gempa tahun 2005 silam.

Perkampungan ini bisa ditempuh kurang lebih selama tiga puluh menit dari Bandar Udara Binaka.

Surga Bagi Para Pecinta Pantai

Sumber: pesona.travel 2020 Merdeka.com

Gunung Sitoli juga sangat populer akan keindahan alam pantainya. Di sana Anda bisa menemukan banyak pantai yang bisa Anda kunjungi, dan tentunya setiap pantai akan menyuguhkan keindahan alam yang berbeda-beda.

Ada beberapa pantai yang wajib Anda kunjungi jika singgah di Gunung Sitoli. Pantai tersebut di antaranya Pantai Miga, Pantai Hoya, Pantai Muara Indah dan Pantai Toyolawa. Pantai-pantai ini merupakan pantai yang terkenal di Gunung Sitoli.

(mdk/far)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.