Mencicipi Menu Trites, Olahan Usus Sapi Khas Suku Karo
Trites atau Pagit-Pagit merupakan makanan khas Suku Karo yang berbahan utama rumput yang diambil dari isi perut besar sapi, kerbau, bahkan kambing.
Indonesia mempunyai beragam cita rasa kuliner khas dan unik. Tak heran, jika setiap daerah pasti ada menu masakan yang ikonik dan selalu mengingatkan pada suatu daerah. Salah satu kuliner unik dari Sumatra Utara yaitu Trites atau Pagit-Pagit.
Trites atau Pagit-Pagit merupakan makanan khas Suku Karo yang berbahan utama rumput yang diambil dari isi perut besar sapi, kerbau, bahkan kambing.
Terkesan menjijikkan, tetapi masakan ini begitu digemari oleh sebagian masyarakat di Tanah Karo. Penasaran dengan hidangan unik ini? Simak rangkuman kuliner Trites atau Pagit-Pagit berikut ini:
Bukan Kotoran Hewan
©2018 Merdeka.com
Banyak orang terkejut jika mengetahui bahan utama dari kuliner yang satu ini, bahkan beranggapan bahwa makanan ini berasal dari kotoran sapi. Namun, anggapan itu salah, karena rumput yang diolah dari perut besar hewan ternak itu masih tergolong segar.
Melansir dari situs indonesia.go.id, sapi, kerbau, dan kambing ketika memakan rumput yang baru dimamah itu akan tersimpan di perut besar sebelum dicerna kembali menjadi kotoran. Artinya, rumput yang dimakan itu masih belum tercerna alias masih segar meskipun berbau.
Rumput yang diambil dari hewan memamah biak itu kemudian diolah menjadi hidangan yang unik bernama Trites.
Untuk mengurangi bau yang menyengat, sebelum dimasak terlebih dahulu ditambahkan bumbu-bumbu seperti rimbang serta sayur-sayuran. Bahkan, kuliner ini diyakini ampuh untuk mengobati penyakit maag dan melancarkan sistem pencernaan
Disajikan Saat Syukuran
Hidangan Trites yang unik ini biasa disajikan ketika acara-acara tertentu seperti Merdang Merdem atau dikenal dengan Syukuran Panen Raya atau pesta kerja tahun, memasuki rumah baru dan memberangkatkan anaknya merantau ke luar daerah.
Untuk syukuran pesta tahun, masyarakat Tanah Karo biasa melangsungkannya setelah panen selesai.
Selain itu, masyarakat Karo memercayai jika Tuhanlah yang memberkati usaha petani sehingga hasil pertanian mereka berhasil. Untuk melengkapi acara syukuran itu, biasanya dihidangkan Pagit-Pagit atau Chimpa. Meskipun tanah pertanian sudah menjadi ladang sayur dan buah, tradisi Merdang Merdem masih terus dilakukan hingga kini.
Perlu diketahui, memasak Trites ini tidak semua orang bisa mendapatkan cita rasa yang enak. Hal ini perlunya keahlian khusus dalam mengolahnya menjadi "Soto" atau Pagit-Pagit tersebut. Apabila salah dalam mengolah atau tidak di tangan ahlinya, bisa-bisa makanan itu sangat pahit dan bahkan berbau amis.
Sulit Ditemukan
indonesia.go.id ©2023 Merdeka.com
Makanan ini begitu sulit ditemukan di beberapa wilayah termasuk di Kota Medan. Hanya sedikit rumah makan asli Karo yang menyajikan Trites sebagai salah satu menunya. Sangat disayangkan kuliner ini menjadi tidak populer, tetapi jika dari tempat asalnya masih bisa dijumpai.
Kuliner unik yang satu ini harus terus dijaga popularitasnya. Makanan ini juga menjadi salah satu warisan leluhur Karo. Di masa depan, Trites bisa menjadi kuliner yang ditetapkan sebagai warisan budaya tak benda.