Marbinda, Tradisi Sambut Hari Natal Khas Orang Batak
Masyarakat Batak memiliki tradisi setiap menyambut datangnya hari natal dengan nama Marbinda. Tradisi sudah dijalankan turun temurun dan dilaksanakan setiap tahun.
Hari Natal 2022 akan segera tiba, bagi beberapa orang daerah di Indonesia pastinya sudah mempersiapkan acara demi acara dalam menyambut datangnya hari tersebut.
Selain melakukan ibadah rutin, hari Natal sendiri juga dimanfaatkan sebagai momen untuk berkumpul dengan keluarga besar. Tidak heran jika hari libur Natal juga digunakan oleh perantau untuk "mudik" ke kampung halamannya.
Tidak ketinggalan, masyarakat Batak memiliki tradisi setiap menyambut datangnya hari natal dengan nama Marbinda. Tradisi sudah dijalankan turun temurun dan dilaksanakan setiap tahun.
Penasaran dengan tradisi Marbinda, simak informasi tradisi tahunan ini yang dirangkum dari akun Youtube BatakNesia Channel.
Menyembelih Hewan Berkaki Empat
©2013 Merdeka.com/Shutterstock/DanVostok
Dalam tradisi Marbinda, masyarakat Batak biasanya menyembelih hewan berkaki empat seperti lembu atau babi yang disepakati bersama.
Marbinda sudah dilakukan secara turun temurun oleh masyarakat Batak Toba, meskipun tidak semeriah dahulu, namun tradisi ini masih terus dipertahankan oleh warga lokal dalam melestarikan budaya Batak.
Setelah menyembelih hewan tersebut, dagingnya kemudian dibagikan kepada masyarakat. Hal ini bertujuan untuk menjaga tali silaturahmi dan kebersamaan antar masyarakat dalam merayakan hari Natal.
Sebagai Wujud Syukur
©Shutterstock.com/Dennis Steen
Tidak hanya menyantap daging lezat saja, Marbinda juga disimbolkan oleh masyarakat Batak sebagai bentuk syukur kepada Tuhan atas berkat yang diterima selama setahun.
Dalam pelaksanaannya, Tradisi Marbinda mirip dengan hari raya kurban dalam umat Islam. Hanya saja, hewan yang digunakan berbeda. Tidak hanya hanya lembu atau sapi, tapi juga babi sebagai salah satu pilihan lainnya.
Dibeli dari Uang yang Dikumpulkan
Youtube/BatakNesia Channel ©2022 Merdeka.com
Keunikan lain dari tradisi Marbinda ini adalah pembelian hewan yang akan disembelih itu dibeli dari uang hasil menabung atau dikumpulkan dari seluruh masyarakat selama berbulan-bulan sebelum hari Natal pun tiba.
Opsi pembelian hewan ini berdasarkan hasil uang yang sudah terkumpul tersebut. Tradisi ini begitu memperlihatkan wujud kebersamaan antar warga dan mengambil keputusan secara bersama-sama.
Dilaksanakan Bergotong Royong
Pelaksanaan Tradisi Marbinda ini tidak lepas dari gotong royong masyarakat mulai dari menyembelih hingga memasak daging tersebut.
Dulu, pembagian daging ini dalam bentuk mentah dan juga daging yang sudah di masak terlebih dahulu. Tujuannya sangat mulia, yaitu agar setiap masyarakat bisa mencicipi masakan daging yang sama rata.
Dalam masyarakat Toba terdapat istilah Sasada Hudon yang artinya bisa merasakan makanan yang sama, dari sumber yang sama pula. Istilah ini masih dipegang teguh oleh masyarakat Batak sampai hari ini.