LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. SUMUT

Makna Gondang Naposo, Tradisi Cari Jodoh di Masyarakat Batak

Setiap kelompok suku yang tersebar di berbagai penjuru daerah di Indonesia pastinya memiliki tradisi yang dilakukan turun temurun. Salah satunya upacara adat masyarakat batak yaitu Gondang Naposo.

2022-10-20 12:52:00
Sumut
Advertisement

Setiap kelompok suku yang tersebar di berbagai penjuru daerah di Indonesia pastinya memiliki tradisi yang dilakukan turun temurun. Salah satunya upacara adat masyarakat Batak yaitu Gondang Naposo.

Gondang Naposo adalah tradisi masyarakat Batak yang bertujuan sebagai sarana untuk perkenalan, pendekatan, sapaan hingga berbalas pantun yang dilakukan oleh kaum muda-mudi Batak. Dilansir dari laman tobaria, pelaksanaan Gondang Naposo pada dasarnya tidak hanya berkaitan dengan kaum pemuda atau Naposo (dalam bahasa Batak) saja.

Berawal dari tradisi turun temurun, acara ini digagas oleh para orang tua dan sumber dana untuk acaranya digalang dari penduduk setempat. Gondang sebagai acara yang bersifat ritual, sedangkan Naposo diartikan sebagai muda-mudi yang belum berkeluarga.

Advertisement

Dilaksanakan saat Bulan Purnama

Pelaksanaan Gondang Naposo biasanya digelar pada saat bulan purnama setelah upacara Mangase Taon yang dilaksanakan setelah panen raya. Gelaran Gondang Naposo berlangsung selama dua hari.

Pada acara hari pertama disebut maminta tua ni gondang, sebagai tradisi pembuka acara Gondang Naposo. Acara ini dimulai pada sore hari.

Advertisement

Kegiatan di hari pertama adalah para orang tua memberikan berkat kepada anak-anak mereka, lalu bergembira dan menari dengan tata kesopanan yang berlaku.

Youtube/Alva Project ©2022 Merdeka.com

Pada hari kedua pelaksanaan Gondang Naposo, acara ini dimulai dari pagi hari. Para Naposo (muda-mudi) telah diberikan izin untuk memulai acara tor-tor (tarian khas batak) sebagai pertunjukan kepada para tamu undangan.

Setiap rombongan tamu undangan biasanya akan membawa persembahan untuk para Naposo yang disebut santisanti. Persembahan yang diberikan yakni berupa uang tunai yang nantinya akan dimasukkan dalam tandok kecil atau diletakkan di atas pinggan berisi beras.

Tradisi Ajang Mencari Jodoh

Selain Gondang Naposo sebagai media untuk saling mengenal, tegur sapa dan berbalas pantun, acara ini juga menjadi ajang untuk mencari jodoh.

Ketika Naposo dari pihak tulang (paman) telah mempersilahkan para iboto (anak perempuan) untuk menari, itu pertanda bahwa naposo baoa (laki-laki) untuk melirik dan mengajak menari iboto.

Saat menari ada yang merespons dan mendapat sambutan, biasanya akan dilanjutkan dengan tarian kedua. Inilah momen penentuannya, apakah setelah tarian kedua ini saling menyukai atau tidak. Dari tarian kedua ini dapat terlihat yang menerima dan yang menolak.

Jika diterima, maka anak laki-laki tersebut menyematkan daun beringin di kepala anak perempuan tersebut. Begitu juga sebaliknya. Saat kasih terjalin, maka pihak orang tua akan terus mengawasi dan akan mencatatkan dalam agenda mereka serta melanjutkan hingga ke jenjang pernikahan.

(mdk/adj)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.