Kue Timphan, Sajian Makanan Khas Aceh yang Wajib di Meja Saat Merayakan Idulfitri
Kue Timphan merupakan makanan yang wajib disajikan saat menjamu tamu yang datang ke rumah. Hampir seluruh masyarakat Aceh pasti menyajikan kue yang satu ini ketika hari raya tiba.
Masyarakat muslim di Indonesia merayakan hari besar yaitu Hari Raya Idulfitri 1444 Hijriah yang sudah menjadi tradisi setiap tahunnya. Tak sedikit masyarakat menyajikan menu makanan khas daerahnya yang wajib saat perayaan tersebut. Seperti di Provinsi Aceh, makanan yang satu ini selalu hadir saat perayaan Idulfitri yaitu Kue Timphan.
Kue Timphan merupakan makanan yang wajib disajikan saat menjamu tamu yang datang ke rumah. Hampir seluruh masyarakat Aceh pasti menyajikan kue yang satu ini ketika hari raya tiba. Bahkan, anggota keluarga yang mudik ke rumah orang tuanya sudah pasti meminta Kue Timphan sejak jauh-jauh hari.
Penasaran dengan Kue Timphan, kue khas Aceh ini? Simak ulasannya yang dihimpun dari beberapa sumber berikut ini.
Mirip Arem-Arem
Kue Timphan Khas Aceh (Doc: Liputan6.com) ©2023 Merdeka.com
Jika dilihat sekilas, Kue Timphan mirip dengan arem-arem yang ada di Pulau Jawa. Namun, itu hanya dari segi wadahnya yang sama, yaitu menggunakan daun pisang.
Bentuk serta isiannya tentu berbeda sekali dengan arem-arem, Kue Timphan berbentuk pipih lonjong, kira-kira seukuran dua atau tiga jari orang dewasa. Teksturnya lembek, karena berbahan dasar tepung dan pisang serta isiannya kelapa, gula ataupun srikaya.
Sedangkan untuk isian srikaya terbuat dari telur, santan, tepung terigu, gula, dan nangka yang dicincang halus. Bahan ini terlebih dahulu dibuat sebelum menjadi bagian dalam dari Kue Timphan.
Proses Membuatnya Mudah
Briliofood.net ©2023 Merdeka.com
Melansir dari acehprov.go.id, proses pembuatan Kue Timphan cukup mudah. Pertama, tepung ketan dan pisang dihaluskan dengan santan kelapa. Kemudian, bahan yang sudah dicampur tadi ditaruh di atas daun pisang muda yang sudah dioleskan minyak goreng, setelah itu ditipiskan.
Setelah ditipiskan, bagian tengah adonan tadi diisi dengan kelapa parut dan gula atau dengan isian srikaya. Kemudian, adonan bungkus dengan daun pisang lagi, dan dikukus sampai matang.
Untuk mendapatkan rasa yang lezat, Kue Timphan sebaiknya dimakan selagi hangat. Selain itu, Kue Timphan bisa tahan selama sepekan, tak heran jika masyarakat Aceh meminta kepada keluarganya di kampung halaman untuk membuat kue khas yang satu ini.
Kue Timphan yang wajib ada di atas meja ketika hari raya besar tiba itu rupanya salah satu menu makanan dari warisan nenek moyang di Tanah Aceh. Bahkan, terdapat peribahasa terait Kue Timphan yang berbunyi:
"Uroe get buluen get. Timphan ma peugoet beumeuteme rasa".
Artinya, hari baik bulan baik. Timphan bikinan ibu harus dapat kurasakan.