LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. SUMUT

Kisah Pilu Balita Gizi Buruk Jadi Korban Banjir, Tak Bisa Berjalan dan Bicara

Sebanyak 474 orang warga mengungsi usai rumahnya tergenang air Sungai Konaweeha. Dari sekian banyak korban, ada salah seorang balita perempuan berusia 3,3 tahun yang ikut berdesak-desakan di bangsal penampungan.

2020-07-21 16:45:00
Kisah Pilu
Advertisement

Sejak 2013, banjir selalu melanda daerah Konawe, Sulawesi Tenggara. Sejak saat itu, setiap tahunnya selalu ada ribuan warga yang terpaksa mengungsi dan kehilangan tempat tinggal serta mata pencaharian. Seperti yang terjadi tahun ini, air bah sudah sepekan merendam Desa Ambulano, Kecamatan Pondidaha Kabupaten Konawe, sejak Senin (13/7).

Sebanyak 474 orang warga mengungsi usai rumahnya tergenang air Sungai Konaweeha. Dari sekian banyak korban, ada salah seorang balita perempuan berusia 3,3 tahun yang ikut berdesak-desakan di bangsal penampungan.

Ia bernama Iluh Suriani. Sekilas Ia nampak sehat dan sedang tertidur pulas di dalam tenda. Setelah didekati, Iluh yang sudah terbaring 7 hari di pengungsian banjir Konawe ini tak seperti balita pada umumnya. Balita malang ini ternyata menderita gizi buruk sejak tahun lalu.

Advertisement

Belum Bisa Berjalan dan Berbicara

Di usianya yang kini sudah lebih dari tiga tahun, Iluh belum juga bisa berjalan apalagi berlari. Hingga hari ini, tulangnya masih lemah. Ia juga belum mampu berceloteh menyebut nama ayah dan ibunya.

Kedua orang tuanya, Komang Suryawan (34) dan Komang Suarsih (20) mengungkapkan, bayinya mengalami gizi buruk. Hal itu terungkap saat keduanya memeriksakan kondisinya pada 2019 lalu.

Advertisement

Hanya Minum Susu Kental Manis

Komang Suryawan bercerita, sejak putri tunggalnya itu berusia delapan bulan, Ia hanya mampu memberi minuman susu kaleng kental manis. Penghasilannya sebagai buruh, membuatnya hanya bisa membeli susu formula hingga anaknya berusia 8 bulan.

"Harga susu mahal bagi saya, karena saya juga tak bekerja tetap. Kadang ada uang kadang tidak," ungkapnya, Minggu (19/7) dilansir dari Liputan6.com.

Tak Dapat Asupan ASI yang Cukup

Komang melanjutkan, agar anaknya tetap bisa mendapat asupan gizi, Ia nekat membelikan anaknya susu kaleng. Apalagi kondisi istrinya, tak memiliki asupan ASI yang cukup banyak sejak Ia melahirkan.

"Kadang juga anak saya makan nasi, saya kasih lembek-lembek seperti bubur," istrinya Komang Suriasih menimpali.

Berobat Seadanya

Sejak berusia satu tahun, Iluh sudah membuat kedua orang tuanya curiga dengan kondisi kesehatannya. Mereka akhirnya membawa anaknya ke puskesmas dengan pengobatan seadanya.

Tak menunjukkan perkembangan berarti, keduanya juga pernah membawa anak mereka ke rumah sakit. Mereka pernah 4 kali membawa Iluh bolak-balik rumah sakit dan puskesmas.

"Saya juga sempat bawa ke dukun bayi, tapi anak saya tetap belum bisa jalan. Bahkan, kalau saya coba kasi duduk, dia hanya bisa terkulai menunduk," ujar Komang Suryawan.

Hanya Buruh Sawah

Komang Suriasih hanya ibu rumah tangga biasa. Karena tak memiliki lahan sendiri, Ia dan suaminya bergantung dari upah mengolah sawah orang lain di kampungnya.

"Saya cuma buruh sawah pak," ujar Komang Suryawan.

Sehari-hari, mereka mengandalkan kartu sejenis BPJS yang bisa dipakai berobat di puskesmas dan rumah sakit. Dengan kartu ini, anaknya sempat mendapatkan obat-obatan dan vitamin.

(mdk/far)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.