Tersesat hingga Masuk 'Kampung Gaib', Ini Kisah Pendaki Asal Jepang di Gunung Sibayak
Gunung Sibayak yang berada di Desa Semangat Gunung, Kecamatan Merdeka, Kabupaten Karo, Sumut menyimpan banyak cerita misteri dan mistis, salah satunya kisah tentang pendaki asal Jepang yang tersesat dan masuk ke kampung gaib.
Salah satu destinasi di Sumatra Utara (Sumut) yang terkenal di kalangan pecinta gunung adalah Gunung Sibayak. Gunung ini berada di Desa Semangat Gunung, Kecamatan Merdeka, Kabupaten Karo.
Gunung ini menjadi salah satu destinasi wisata bagi para turis lokal maupun mancanegara. Tak hanya menyuguhkan pemandangan indah, Gunung Sibayak juga menyimpan beragam misteri dan cerita mistis.
Tak sedikit para pelancong yang sering diganggu 'penunggu' gunung. Seperti cerita tentang pendaki asal Jepang, yang tersesat saat mendaki dan mengaku masuk ke 'kampung gaib' pada tahun 2013.
Dilansir dari Liputan6.com, kisah ini diceritakan oleh Era, warga sekitar yang membuka warung tepat di kaki Gunung Sibayak. Kisah ini menjadi salah satu cerita seram yang cukup populer di sana.
Tersesat Saat Mendaki
Era menceritakan, pada waktu itu, pendaki asal Jepang bernama Yamada Kosei, tersesat diduga karena melewati batas jalur pendakian. Pendaki itu masuk ke kawasan Gunung Sibayak yang jarang dilalui pendaki maupun warga.
Karena tidak kunjung turun, warga setempat akhirnya meminta bantuan tim Badan SAR Nasional (Basarnas) Sumut untuk mencari keberadaan turis Jepang tersebut.
Ditemukan dalam Kondisi Lemas dan Dehidrasi
gosumatra.com ©2020 Merdeka.com
Selama beberapa hari pencarian, turis Jepang tersebut ditemukan di hutan belakang Gunung Sibayak. Kondisinya sangat lemas dan mengalami dehidrasi parah.
Tim Basarnas pun langsung mengevakuasinya dan memberikan pertolongan pertama.
Masuk ke Kampung yang Warganya Bertubuh Kerdil dan Kaki Terbalik
Saat diinterogasi, turis Jepang tersebut mengatakan bahwa dirinya mencoba melewati jalur yang belum banyak dilalui orang. Sampai akhirnya Ia masuk ke perkampungan warga, namun tidak ada satupun yang menggubrisnya.
Memang, salah satu penghuni gaib yang dipercaya oleh masyarakat sekitar yang menjadi penghuni Gunung Sibayak ini adalah orang bunian.
"Turis itu bilang kalau seluruh warga di kampung itu kakinya terbalik dan bertubuh kerdil. Dia tidak tahu itu adalah perkampungan makhluk halus," ujar Era.
Bertemu Pasar Gaib
Di dalam perkampungan tersebut, pendaki asal Negeri Sakura itu masuk ke dalam pasar tradisional dengan beragam aktifitas jual beli. Banyak makanan yang dijajakan di sana, mulai dari kue, daging, minuman, dan lainnya.
Karena merasa kelaparan, Ia berusaha mengambil makanan dan minuman yang dijajakan pedagang. Anehnya, tidak ada satupun makanan yang bisa diraihnya. Para pedagang makanan tersebut juga seakan tidak melihat keberadaannya.
Melihat Pesta Rakyat di Kampung Gaib Sebelum Akhirnya Ditemukan
medantoday.com ©2020 Merdeka.com
Menjelang malam hari, Ia melihat ada pesta rakyat di perkampungan tersebut. Banyak warga yang menikmati hiburan malam hingga membakar api unggun.
Meskipun terkesan aneh, turis itu tetap tidak menyadarinya. Ia terus berjalan sampai ke aliran sungai di dalam hutan. Di sanalah dirinya ditemukan tim Basarnas dalam keadaan pingsan karena kelaparan dan dehidrasi.
"Untung saja turis itu tidak memakan makanan orang bunian. Kata orang terdahulu, jika kita makan, kemungkinan besar kita tidak akan kembali lagi," ungkap Era soal cerita mistis yang dialami turis Jepang tersebut.