7 Gejala PTSD yang Jarang Disadari, Kenali Penyebab dan Cara Mengobatinya
Kejadian luar biasa dapat meninggalkan trauma yang membekas. Akibat ketakutan traumatis inilah yang menyebabkan seseorang dapat mengidap gejala PTSD atau gangguan stress pasca trauma yang berkaitan dengan kesehatan mental. Ketahui gejala PTSD, penyebab dan cara mengobatinya.
Gejala PTSD seringkali jarang disadari. Padahal, jika gejala PTSD diabaikan bisa mengganggu kesehatan, termasuk fisik. Post Traumatic Stress Disorder (PTSD) merupakan gangguan mental yang dapat berkembang setelah seseorang mengalami kejadian traumatis. Misalnya seperti kekerasan seksual, peperangan, kecelakaan lalu lintas, atau kejadian-kejadian lainnya yang dapat mengancam kehidupan seseorang.
PTSD semakin dikenal sebagai gangguan kesehatan mental karena beban sosial yang sangat besar, juga sebagai gangguan kecemasan. Sebagaimana Lynn M. A. 2015 menyatakan, “Secara khusus PTSD dapat dikonseptualisasikan sebagai gangguan rasa takut dan disregulasi stres.”
Setiap orang pasti pernah mengalami kejadian menakutkan. Namun, trauma yang dirasakan sangat menentukan risiko seseorang mengalami Post Traumatic Disorder. Ada tanda yang harus diwaspadai pada seseorang penderita gejala PTSD.
Selain itu, mengetahui faktor penyebab juga tak ketinggalan sebagai upaya pengobatan. Untuk itu, berikut ulasan mengenai gejala PTSD melansir dari Laman HMKU Universitas Udayana, dan Jurnal UNPAD.
Gejala PTSD yang Jarang Disadari
©Shutterstock
1. Pola pikir negatif
Gejala PTSD pertama ialah penderitanya memiliki pola pikir negatif. Penderita PTSD cenderung lebih sering berpikir negatif dengan segala hal yang ia lakukan dan yang ada di sekitarnya. Mereka akan susah berfikir positif dan percaya dengan orang lain. Selain itu, penderita juga kehilangan minat pada aktivitas yang dulu disukainya dan merasa putus asa.
2. Menghindar
Seseorang yang memiliki gejala PTSD cenderung untuk mencoba menghindari hal-hal yang menjadi pengingat trauma yang pernah mereka alami. Pengidap PTSD cenderung akan menutup diri dari lingkungan yang bahkan sudah familiar dengannya dengan tujuan agar tidak lagi terjadi kejadian yang sebelumnya pernah ia rasakan.
3. Kilas Balik Peristiwa
Kilas balik peristiwa atau flash back bisa muncul dalam bentuk mimpi buruk hingga mengingat kembali kejadian yang pernah terjadi. Gejala PTSD begitu khas, termasuk mimpi buruk dan kenangan-kenangan menyedihkan terkait trauma yang pernah dialami sebelumnya.
4. Mudah terkejut
Gejala lainnya yang adalah orang yang mengalami PTSD akan cenderung mudah terkejut, merasa tegang, dan waspada. Gejala PTSD ini cenderung membuat penderita menjadi kesulitan berkonsentrasi dan tidur. Ia akan mudah terkejut dengan hal-hal yang kecil yang mungkin dianggap biasa oleh orang di sekitarnya.
5. Penurunan Kinerja
Gejala PTSD juga dapat mencakup penurunan kinerja seseorang, perubahan kepribadian, isolasi sosial dan gejala dengan keluhan somatik yang tidak spesifik, khususnya insomnia. Penurunan kinerja juga harus diwaspadai sebagai gejala PTSD secara umum.
6. Depresi
Gejala yang mudah dikenali dari penderita PTSD adalah depresi. Mereka akan mudah marah, cemas, malu, hingga tidak adanya harapan mengenai masa depan.
7. Gejala PTSD Tiba-Tiba
Beberapa pengidap PTSD juga menderita secara dramatis dengan dekompensasi cepat. Hal tersebut kemungkinan mencakup penyalahgunaan alkohol, kemarahan, agresi, atau kekerasan yang tidak biasa, dan terkadang menyakiti diri sendiri.
Faktor Penyebab Orang Menderita PTSD
©©2012 Shutterstock/Annette Shaff
-
Faktor Traumatis
Faktor yang dapat mempengaruhi kerentanan seseorang mengalami PTSD adalah durasi dan beratnya peristiwa yang dialami. Peristiwa yang terjadi secara tiba-tiba tanpa adanya peringatan dan juga banyaknya korban.
-
Faktor Perasaan
Seseorang akan cenderung mengalami PTSD ketika ia merasa hidupnya beresiko, merasa kurang mampu mengontrol peristiwa dan timbul rasa takut dan putus harapan. Faktor inilah salah satu penyebab timbulnya gejala PTSD.
-
Faktor Karakteristik Individu
Orang akan memiliki resiko mengalami PTSD jika orang tersebut menderita gangguan psikiatri dan saraf, trauma terutama saat anak-anak, adanya penyangkalan terhadap trauma yang dialami dan reaksi stress akut.
-
Faktor Pasca Trauma
Hal lain yang juga berpengaruh adalah faktor pasca trauma, berupa penyangkalan trauma oleh orang sekitar atau penolakan atas apa yang telah dialami serta kurangnya dukungan lingkungan sekitar.
-
Faktor Mekanisme mempertahankan hidup
Ingatan mengenai pengalaman masa lalu dapat mendorong untuk berpikir mengenai kejadian tersebut secara detail sehingga dapat mempersiapkan diri jika kejadian tersebut terulang. Namun respon tersebut dapat justru berdampak buruk bagi hidup karena tidak dapat memproses dan melupakan hal yang buruk setelah kejadian yang membuat trauma.
-
Faktor tingkat adrenalin
Penelitian menyebutkan bahwa orang dengan PTSD mempunyai tingkat hormon stress yang tidak seimbang. Orang dengan PTSD terus memproduksi hormone adrenalin yang tinggi dimana kerja hormone ini untuk keadaan yang disebut dengan istilah “fight or flight” walaupun disaat tidak ada ancaman.
-
Faktor perubahan di otak
Proses emosi yang terjadi di otak pada penderita PTSD disebutkan berbeda dibandingkan orang normal. Bagian otak yang bertugas untuk memori dan emosi yang disebut hippocampus didapatkan mempunyai ukuran yang lebih kecil pada penderita PTSD. Hal ini dapat menyebabkan malfungsi pada hippocampus dimana proses yang terjadi pada otak bagian ini tidak dapat berjalan normal sehingga rasa cemas dan depresi tidak berkurang.
-
Faktor Genetik
Selain itu, faktor genetik juga dikatakan mempunyai pengaruh terhadap PTSD. Secara garis besar beberapa hal yang dapat menyebabkan PTSD Antara lain : kejadian yang membuat stress termasuk kejadian trauma, mendapatkan risiko kelainan mental seperti cemas dan depresi, sifat individu yang temperamental, dan cara otak meregulasi hormon.
Cara Mengobati Gejala PTSD
zikshealthservices.com
Seseorang dengan PTSD ini mungkin hadir dengan berbagai gejala. Beberapa di antaranya mungkin hadir dengan gejala yang biasa dan masih memiliki kemauan untuk mendapatkan perawatan. Penderita PTSD pengobatan umumnya dilakukan dengan melakukan terapi obat-obatan dan juga melakukan psikoterapi.
-
Terapi kognitif.
Cognitive Behavioral Therapy (CBT) dilakukan untuk membantu mengevaluasi kepercayaan yang tidak rasional yang berdampak pada munculnya gejala PTSD pada korban. Pada dasarnya, CBT dilakukan untuk mengubah perilaku dan pengadopsian pikiran yang lebih realistis untuk membantu mencapai emosi yang seimbang.
-
Terapi Paparan
Terapi paparan bertujuan untuk membantu penderita agar bisa menghadapi situasi dan memori yang dianggap menakutkan, sehingga ia dapat menghadapinya dengan efektif
-
Eye movement desensitization and reprocessing (EMDR).
Terapi EMDR menggabungkan terapi paparan dan sebuah serial pergerakan mata terarah untuk membantu penderita memproses sebuah peristiwa traumatis dan dokter akan mengamati reaksi penderita
-
Farmakoterapi
Terapi ini menggunakan media obat. Obat akan membantu meringankan gejala depresi, cemas, gangguan tidur dan gangguan konsentrasi. Terapi ini bertujuan untuk meminimalisir gejala-gejala dari PTSD dengan penstabilan zat-zat pada otak yang menyebabkan kecemasan, kekhawatiran, dan depresi.