LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. SUMUT

Fakta di Balik Tewasnya Orang Utan di Karo, Sempat Masuk Permukiman

Seekor Orang Utan dikabarkan memasuki permukiman warga di Desa Kuta Kendit, Liang Melas Datas, Kecamatan Mardingding, Kabupaten Karo pada hari Jumat, 20 Januari 2023 lalu. Setelah mendapatkan perawatan intensif, Orang Utan tersebut akhirnya tewas.

2023-01-25 12:12:00
Sumut
Advertisement

Seekor Orang Utan dikabarkan memasuki permukiman warga di Desa Kuta Kendit, Liang Melas Datas, Kecamatan Mardingding, Kabupaten Karo pada Jumat, 20 Januari 2023 lalu.

Satwa yang dilindungi itu ditemukan oleh warga setempat yang sedang berladang. Khawatir jika orang utan akan menyerang dan melukai, warga pun berinisiatif untuk menangkap dan mengamankan kera besar tersebut.

Dalam sebuah cuplikan video yang beredar di media sosial, orang utan itu ditemukan dalam kondisi sudah tertangkap dengan tubuh yang terikat. Berikut selengkapnya:

Advertisement

Sudah Dievakuasi

©Courtesy of International Animal Rescue (IAR) and Indonesia's Environment and Forestry Mi

Advertisement

Melansir dari akun @tkpmedan, pada Sabtu (21/01) orang utan yang ditangkap warga akhirnya bisa dievakuasi oleh tim dari Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) bersama dengan Lembaga OIC (Orang Utan Information Center) dan Lembaga SOCP (Sumatran Orang Utan Conservation Program).

Sekira pukul 07.00 WIB, orang utan telah dibawa ke pusat karantina orang utan di Sibolangit, Deliserdang. Menurut Kepala BBKSDA Sumut, Rudianto, pada saat melakukan evakuasi orang utan tersebut berada di ruangan Puskesmas Kuta Pengkih dalam keadaan terikat dengan tali dan bambu.

"Saat itu juga segera dilakukan pemeriksaan kondisi satwa," terang Rudianto dikutip dari Antara (25/1).

Mendapat Perawatan Intensif

REUTERS / Amelia William

Setelah dievakuasi, pihak dari BBKSDA langsung melakukan perawatan intensif di SOCP Batu Mbelin, diberikan cairan infus, obat-obatan serta pemberian vitamin.

Sekira pukul 16.00 WIB, orang utan sudah sadarkan diri dan mau diberi makan berupa buah-buahan. Dari hasil pantauan Rontgen, didapati bahwa tulang punggung orang utan itu retak dan ada bekas kekerasan fisik.

Akhirnya Meninggal Dunia

Instagram/medantau.id ©2023 Merdeka.com

Setelah didapati bahwa tulang punggungnya mengalami keretakan, pada Minggu (22/1) sekitar pukul 17.34 WIB, orang utan mengalami kesulitan bernapas (pernapasan irreguler) hingga akhirnya tidak bisa diselamatkan.

"Tindakan selanjutnya adalah melakukan nekropsi dan pengambilan darah orang utan untuk pemeriksaan lebih lanjut. Setelah itu dilakukan penguburan," terang Rudianto.

Lakukan Investigasi

Pihak Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Sumatera Utara tengah melakukan investigasi terkait kematian orang utan (Pongo Abelii) tersebut.

Hal ini terkait adanya penemuan bekas luka akibat adanya kekerasan fisik terhadap tubuh orang utan tersebut.

"Terkait adanya kekerasan fisik dan temuan luka pada orang utan, BBKSDA Sumut telah menerbitkan surat perintah untuk melakukan investigasi terhadap kasus tersebut," jelas Rudianto dikutip dari Antara (25/1).

Rudianto juga mengimbau kepada masyarakat jika menemukan satwa liar yang dilindungi untuk segera melaporkan kepada pihak terkait dan tidak melakukan atau menghindari perbuatan yang dapat melukai serta mengancam nyawa satwa.

"Karena satwa ini termasuk jenis satwa dilindungi undang-undang yang diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1999 dan Keputusan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor P.106/MENLHK/SETJEN/KUM/1/12/2018 Tentang Jenis Tumbuhan dan Satwa Yang Dilindungi," terangnya.

(mdk/adj)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.