LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. SUMUT

Dua Harimau Sumatra Teror Warga di Solok, Begini Dampak Bagi Masyarakat Sekitar

Warga Nagari Simpang Tanjuang Nan Ampek, Kecamatan Danau Kembar, Kabupaten Solok, Sumatra Barat (Sumbar) digegerkan dengan kemunculan harimau Sumatra pada Rabu (2/12) lalu.

2020-12-07 17:43:00
Harimau Sumatera
Advertisement

Warga Nagari Simpang Tanjuang Nan Ampek, Kecamatan Danau Kembar, Kabupaten Solok, Sumatra Barat (Sumbar) digegerkan dengan kemunculan seekor harimau Sumatra pada Rabu (2/12) lalu. Namun, menurut keterangan dari BKSDA, harimau tersebut ada dua ekor. Diperkirakan satu ekor berkeliaran di Lurah Ingo dan satu ekor lagi di Jorong Rawang Gadang.

Camat Danau Kembar, Eka Putra mengatakan, harimau itu muncul di dua tempat sebanyak empat kali. Bahkan, harimau itu sempat terlihat tidur di pinggir jalan dekat rumah warga.

"Berdasarkan informasi dari warga setempat, harimau tersebut muncul di daerah Jorong Lurah Ingo, Nagari Simpang Tanjuang Nan Ampek, saat pagi hari dan memangsa anjing milik warga," kata Eka.

Advertisement

Kemunculan harimau Sumatra ini dikhawatirkan akan mengganggu aktivitas warga sekitar. Melansir dari Liputan6.com, berikut informasi selengkapnya.

Satu Harimau Berhasil Ditangkap

Advertisement

liputan6.com ©2020 Merdeka.com

Kepala BKSDA Resor Konservasi Wilayah (RKW) Solok, Afrilius mengatakan, hingga Senin (7/12) baru satu ekor harimau yang berhasil ditangkap, yaitu di Jorong Rawang Gadang. Ia mengatakan harimau tersebut akhirnya masuk ke dalam perangkap yang telah diumpan dengan seekor anjing.

"Diduga ada dua ekor harimau, yakni satu di Jorong Rawang Gadang dan satu lagi di Jorong Lurah Ingu. Namun harimau yang berhasil ditangkap hari ini di Jorong Rawang Gadang," katanya.

Warga Diimbau Waspada

Eka mengimbau, untuk sementara waktu waga sekitar tidak pergi ke ladang sendirian, mengingat masih ada satu ekor harimau lagi yang berkeliaran.

"Kalau bisa pergi ke ladang berkelompok atau ada yang menemani. Kalau masih sendiri lebih baik di rumah dulu," kata Eka.

Ia mengatakan, saat ini BKSDA Sumbar bersama tim dokter hewan Pusat Rehabilitasi Harimau Sumatra Dharmasraya (PR-HSD) masih terus melakukan penghalauan dan upaya penangkapan.

Berdampak Kegiatan Ekonomi Warga

Terkait hal ini, Eka berharap satu ekor harimau yang masih berkeliaran ini bisa segera masuk ke perangkap yang sudah disiapkan oleh petugas agar bisa segera dilepaskan ke habitatnya. Pasalnya, jika kondisi ini berlangsung lebih lama, maka akan mengganggu aktivitas masyarakat yang mayoritas bekerja sebagai petani.

"Kalau terlalu lama tentu para petani tidak bisa ke ladang untuk memupuk tanaman mereka. Sementara tanaman itu butuh perawatan," katanya.

(mdk/far)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.