Doa Perjalanan Mudik dalam Islam, Lengkap Beserta Artinya
Doa perjalanan mudik bisa dilafalkan dan diamalkan oleh umat muslim saat hendak melakukan perjalanan pulang kampung. Setiap muslim yang ingin melakukan perjalanan, baik darat maupun laut, dianjurkan untuk membaca doa.
Doa perjalanan mudik bisa dilafalkan dan diamalkan oleh umat muslim saat hendak melakukan perjalanan pulang kampung. Setiap muslim yang ingin melakukan perjalanan, baik darat maupun laut, dianjurkan untuk membaca doa. Membaca doa perjalanan mudik perlu dilafalkan agar senantiasa diberi kekuatan dan keselamatan oleh Allah SWT selama perjalanan.
Menjelang Lebaran, umat muslim di Indonesia memiliki tradisi mudik atau pulang kampung. Umat muslim yang tinggal di perkotaan akan pulang kampung menemui keluarga dan sanak-saudara. Agar perjalanan selama mudik diberi keselamatan , sebaiknya membaca doa perjalanan mudik.
Doa perjalanan mudik ini bisa dibaca saat mau berangkat atau naik kendaraan. Berikut doa perjalanan mudik dan artinya yang dilansir dari Liputan6.com:
Doa Perjalanan Mudik dan Artinya
© pexels.com/Timur Weber
Doa perjalanan mudik bisa dibaca dan diamalkan oleh umat muslim saat naik kendaraan. Doa ini dipanjatkan agar Allah SWT senantiasa memberi keselamatan dan kekuatan selama melakukan perjalanan. Adapun doa perjalanan mudik dan artinya yang bisa dibaca adalah sebagai berikut:
Bismillaah, tawakkaltu 'alallaah, laa haula wa laa quwwata illaa billaah
Artinya:
"Dengan nama Allah, aku bertawakkal kepada Allah, tiada daya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah."
Doa Perjalanan saat Mengantar Seseorang Hendak Mudik
Saat mengantar seseorang hendak melakukan perjalanan mudik, Anda bisa melafalkan doa berikut:
Allahummathwi lahul ba‘īda (bu’da) wa hawwin ‘alayhis safara.
Artinya:
“Ya Allah, dekatkan jarak tempuhnya yang jauh dan mudahkanlah perjalanan baginya"
Doa Perjalanan Mudik Jarak Jauh
Doa perjalanan mudik satu ini bisa dibaca saat hendak melakukan perjalan jarak jauh. Adapun doa perjalanan mudik jarak jauh adalah sebagai berikut:
"Allohumma hawwin ‘alainaa safaranaa hadzaa waatwi ‘annaa bu’dahu. Allohumma antashookhibu fiissafari walkholiifatu fiil ahli".
Artinya:
"Ya Allah, mudahkanlah kami berpergian ini, dan dekatkanlah kejauhannya. Ya Allah yang menemani dalam berpergian, dan Engkau pula yang melindungi keluarga.”
Doa Perjalanan Mudik Agar Selamat sampai Tujuan
©2013 Merdeka.com/Shutterstock/Ljupco Smokovski
Subhanal ladzi sakhora lana hadza wa ma kunna lahu muqrinina wa inna ila ila rabbana la munqalibun. Allahumma inna nas aluka fi safarna hadzal birra wat taqwa wa minal 'amali ma tardla. Allahumma hawwin 'alaina safarana hadza wa'thu 'anna bu'dahu. Allahumma antash shokhibu fis safari wal kholifatu fil ahli. Allahumma inni a'udzubika min wa'tsais safari wa kabatil mundhori wa suil munqolabi fil mali wal ahli.
Artinya:
"Mahasuci Allah yang telah menundukkan (kendaraan) ini untuk kami, padahal kami sebelumnya tidak mempunyai kemampuan untuk melakukannya, dan sesungguhnya hanya kepada Rabb kami, kami akan kembali. Ya Allah, sesungguhnya kami memohon kepada-Mu kebaikan, taqwa dan amal yang Engkau ridhai dalam perjalanan kami ini. Ya Allah mudahkanlah perjalanan kami ini, dekatkanlah bagi kami jarak yang jauh. Ya Allah, Engkau adalah rekan dalam perjalanan dan pengganti di tengah keluarga. Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari kesukaran perjalanan, tempat kembali yang menyedihkan, dan pemandangan yang buruk pada harta dan keluarga." (HR. Muslim no. 1342, dari ‘Abdullah bin ‘Umar).
Doa Perjalanan Mudik dan Memasuki Suatu Wilayah
Berikut adalah doa perjalanan mudik saat memasuki suatu wilayah baru:
Allaahumma rabbas samaawaatis sab’i wamaa adhlalna wal aradiinas sab’i wamaa aqlalna warabbasy syayaathiini wamaa adhlalna warabbar riyaahi wamaa dzaraina as-aluka khaira haadzihil qaryati wakhaira ahlihaa wakhaira maa fiihaa, wana’uudzu bika min syarri haa wa syarri ahlihaa wa syarri maa fiihaa.
Artinya:
"Ya Allah Rabb pemilik tujuh lapis langit dan apa yang dinaunginya, Rabb tujuh lapis bumi dan apa yang dikandungnya, Rabb para syetan dan apa yang disesatkannya dan Rabb angin dan apa yang dihembuskannya, aku mohon kepadaMu kebaikan daerah ini, kebaikan penduduknya, serta kebaikan yang ada di dalamnya. Aku berlindung kepadaMu dari keburukan daerah ini, keburukan penduduknya serta keburukan yang ada di dalamnya." (HR. Hakim, Ibnu Hikam dan Baihaqi)