Diduga Korban Pembunuhan, Kasus Penemuan Mayat Bertato 'Doa Ibu' Masih Jadi Misteri
Penemuan sesosok mayat tanpa identitas menggegerkan warga di sekitar Sungai Gerguh Lau Biang, Desa Singa, Tiga Panah, Kabupaten Karo, Sumatra Utara. Mayat tanpa identitas ini ditemukan mengambang di aliran sungai.
Penemuan mayat tanpa identitas menggegerkan warga di sekitar Sungai Gerguh Lau Biang, Desa Singa, Tiga Panah, Kabupaten Karo, Sumatra Utara. Mayat tanpa identitas ini ditemukan mengambang di aliran sungai.
Hal ini dibenarkan oleh Kapolsek Tiga Panah, AKP Ramli Simanjorang. Ramli mengatakan, mayat pertama kali ditemukan warga yang sedang memancing ikan pada Senin (13/7).
"Temuan itu dilaporkan ke perangkat Desa Singa dan diteruskan ke kita (polisi)," kata Ramli, Rabu (15/7) dilansir dari Liputan6.com.
Leher Terikat dan Kaki Dirantai
Mayat ini diduga korban pembunuhan. Bukan tanpa alasan, polisi mengungkapkan, leher mayat diikat dan kakinya dirantai. Diterangkan Kapolsek, personelnya langsung menuju Tempat Kejadian Perkara (TKP) setelah mendapat informasi, pihaknya sempat kesulitan mengevakuasi mayat karena medan yang terjal dan curam.
"Mayat dievakuasi dengan bantuan personel Polres Tanah Karo dan masyarakat sekitar," terangnya.
Tato Doa Ibudi Bagian Dada
Setelah mayat berhasil dievakuasi, langsung dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabanjahe untuk dilakukan pemeriksaan mayat.
(ilustrasi) ©2018 Merdeka.com/irwanto
Berdasarkan keterangan Kapolsek, tidak ditemukan dokumen identitas pada mayat berjenis kelamin pria dengan ciri-ciri berperawakan gemuk, dan tingginya sekitar 170 cm itu.
"Di tubuhnya ada tato, lengan kiri ada tulisan 'Sepanjang Masa' dan dada kiri tulisan 'Doa Ibu'," terangnya.
Diduga Korban Pembunuhan
Dari hasil pemeriksaan tim medis dari RSUD Kabanjahe, ditemukan tanda lebam dan kaku pada mayat. Pada kedua kaki terikat dengan rantai besi tergembok.
"Lehernya terikat kuat tali rafia, dan di badannya ditemukan kain sarung," sebut Ramli.
Karena diduga sebagai korban pembunuhan, mayat tanpa identitas tersebut diautopsi. Polisi juga masih bekerja mengumpulkan barang bukti dan meminta keterangan sejumlah saksi.
"Rencananya mayat kita bawa ke Medan untuk diautopsi. Nanti kita kabarkan perkembangan selanjutnya," tandas Ramli.