Kemensos Beri Santunan, Ini yang Didapat Keluarga Korban Meninggal Banjir di Sumut
Kementerian Sosial (Kemensos) akan memberikan santunan kepada para keluarga korban meninggal dunia akibat banjir di Deli Serdang, Sumut.
Banjir merendam ribuan rumah di sejumlah wilayah di Sumatra Utara (Sumut) sejak Jumat (4/12), salah satunya di Perumahan De Flamboyan, Desa Tanjung Selamat, Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deli Serdang.
Banjir yang disebabkan oleh jebolnya tanggul Sungai Belawan ini mengakibatkan enam orang meninggal dunia, dan ratusan orang harus mengungsi.
Terkait hal ini, Kementerian Sosial (Kemensos) akan memberikan santunan kepada para keluarga korban meninggal dunia akibat banjir di Desa Tanjung Selamat. Hal ini disampaikan oleh Direktur Perlindungan Sosial Korban Bencana Alam, M Safii Nasution saat mengunjungi korban banjir di posko pengungsian di Desa Tanjung Selamat pada Minggu (6/12).
Melansir dari ANTARA, berikut informasi selengkapnya.
Dapat Santunan Rp15 Juta
Kepada para keluarga korban meninggal dunia akibat banjir ini, Kemensos akan memberikan santunan berupa uang sejumlah Rp15 juta. Selain bantuan santunan ahli waris, Kemensos juga akan menyalurkan bantuan logistik berupa tenda darurat, kasur dan kebutuhan bagi pengungsi.
"Kita memiliki anggaran, alokasi anggaran berupa santunan ahli waris untuk meringankan beban keluarga sebesar Rp15 juta dan akan disalurkan dalam waktu yang singkat," kata Safii.
Meninjau Lokasi Terdampak Banjir
Safii mengaku, Ia sudah melakukan peninjauan di beberapa daerah yang terdampak banjir di Sumut yakni di Medan, Binjai, Langkat, Tebing Tinggi dan Deli Serdang.
Ia mengatakan, banjir yang terjadi di Sumut ini merupakan dampak dari La Nina yang diprediksi akan terus terjadi sejak Desember 2020 hingga awal Januari 2021.
"Tadi saya sudah cek dan banjirnya besar semua. Ini adalah salah satu dampak dari La Nina, diperkirakan akhir Desember hingga awal Januari akan besar. Curah hujan meningkat 20 sampai 40 persen," katanya.