4 Makanan Khas Sumut yang Hanya Ditemui saat Ramadan, Ada Bubur Pedas
Di Sumatra Utara terdapat beragam sajian kuliner khas yang banyak dicari masyarakat sebagai menu favorit buka puasa saat Ramadan.
Berbicara tentang Ramadan, ada banyak aktivitas yang selalu dirindukan oleh sebagian besar orang. Salah satunya yakni berburu takjil saat berbuka puasa.
Seperti di Sumatra Utara (Sumut), terdapat beragam sajian kuliner yang banyak dicari masyarakat sebagai menu favorit berbuka puasa.
Dari beragam kuliner itu, ada beberapa makanan khas yang hanya bisa ditemukan saat Ramadan saja. Mulai dari Bubur Pedas di Masjid Raya Medan yang terkenal, hingga Pakat yang menjadi camilan favorit warga Mandailing Natal dan Tapanuli Selatan.
Penasaran seperti apa makanan khas Ramadan di Sumut tersebut? Simak ulasannya berikut ini.
Bubur Pedas
travelingmedan.com ©2021 Merdeka.com
Melansir dari makanmana, Bubur Pedas ini adalah santapan berbuka puasa khas Melayu yang disajikan di Masjid Raya Al-Mashun atau Masjid Raya Medan dan hanya ada saat Ramadan.
Kuliner ini merupakan warisan Kesultanan Deli sejak tahun 1909 yang masih dilestarikan hingga kini dan jadi favorit warga Kota Medan.
Resep Bubur Pedas sendiri terbilang sangat komplit, dibuat dari aneka umbi-umbian, kentang, jagung, kacang hijau dan beras yang dimasak dengan bumbu rempah yang melimpah.
Anyang Pakis
gosumut.com ©2020 Merdeka.com
Anyang Pakis ini jika dilihat mirip seperti urap yang terbuat dari aneka sayuran dan disajikan dengan kelapa parut berbumbu dan lemon.
Kuliner ini dinamakan Anyang Pakis karena daun pakis menjadi unsur utama dalam makanan khas ini. Selain itu, tauge juga banyak digunakan dalam sajian ini.
Anyang Pakis disajikan dengan bumbu racikan yang rasanya pedas dan gurih. Ini tentu saja menambah cita rasa makanan yang banyak dikonsumsi masyarakat muslim Medan Melayu di bagian timur Sumut ini.
Toge Panyabungan
gramho.com ©2020 Merdeka.com
Toge Panyabungan merupakan hidangan pencuci mulut yang sekilas terlihat mirip seperti Es Cendol atau Es Dawet dari Jawa. Namun jika sudah diaduk dan dimakan maka akan terasa sangat berbeda.
Kuliner ini biasanya dibuat dengan isian beras pulut, candil, lupis dan toge alias cendol dari tepung beras. Semua bahan itu kemudian disajikan dengan kuah gula merah yang manis dan bisa juga ditambahkan dengan es batu agar lebih segar dan rasanya lebih nikmat.
Pakat
liputan6.com ©2021 Merdeka.com
Pakat ini menjadi makanan khas Bulan Puasa yang sangat mudah ditemui di pinggir-pinggir jalan di daerah Mandailing dan Tapanuli Selatan. Kuliner ini menjadi favorit bagi masyarakat di daerah tersebut.
Makanan unik ini terbuat rotan muda yang dibakar kurang lebih selama 20-30 menit untuk mendapatkan rasa yang nikmat.
Teksturnya sangat lembut dan berwarna putih saat kulit bambu dikupas. Pakat bisa disantap dengan nasi sebagai lalapannya atau dicocol dengan sambal.