4 Makanan Berkolesterol Tinggi yang Harus Dikurangi, Gorengan hingga Es Krim
Kolesterol juga dibutuhkan untuk memproduksi hormon, vitamin D, dan zat yang bekerja untuk mencerna makanan berlemak. Namun, gaya hidup dan genetik seseorang dapat menyebabkan tubuh memproduksi terlalu banyak kolesterol.
Secara alami organ hati menghasilkan kolesterol yang kemudian tersebar ke seluruh tubuh menggunakan protein dalam aliran darah. Kolesterol adalah salah satu yang diperlukan untuk membran sel.
Kolesterol juga dibutuhkan untuk memproduksi hormon, vitamin D, dan zat yang bekerja untuk mencerna makanan berlemak. Namun, gaya hidup dan genetik seseorang dapat menyebabkan tubuh memproduksi terlalu banyak kolesterol.
Kolesterol yang menumpuk di arteri dapat menghalangi aliran darah, yang dapat menyebabkan penyakit jantung koroner, serangan jantung, atau stroke. Mengikuti diet bergizi dan seimbang adalah salah satu cara untuk membantu menurunkan kadar kolesterol.
Berikut merdeka.com merangkum makanan berkolesterol tinggi yang perlu dikurangi dilansir dari healthline:
Gorengan
Makanan berkolesterol tinggi yang pertama yaitu gorengan. Makanan yang digoreng, seperti daging goreng dan stik keju mengandung kolesterol tinggi dan harus dihindari sebisa mungkin.
Itu karena mereka sarat dengan kalori dan dapat mengandung lemak trans, yang meningkatkan risiko penyakit jantung dan merusak kesehatan Anda dalam banyak hal lainnya.
Selain itu, konsumsi gorengan yang tinggi telah dikaitkan dengan peningkatan risiko penyakit jantung, obesitas, dan diabetes.
Makanan Cepat Saji
Makanan berkolesterol tinggi selanjutnya makanan cepat saji. Konsumsi makanan cepat saji merupakan faktor risiko utama berbagai penyakit kronis termasuk penyakit jantung, diabetes, dan obesitas.
Makanan cepat saji meliputi hot dog, pizza, kentang goreng dan lain-lain
Mereka yang sering mengonsumsi fast food cenderung memiliki kolesterol yang lebih tinggi, lebih banyak lemak perut, tingkat peradangan yang lebih tinggi dan gangguan regulasi gula darah.
Makan lebih sedikit makanan olahan dan memasak lebih banyak makanan di rumah dikaitkan dengan penurunan berat badan, lebih sedikit lemak tubuh dan pengurangan faktor risiko penyakit jantung seperti kolesterol LDL tinggi.
Daging Olahan
Makanan berkolesterol tinggi berikutnya yaitu daging olahan. Daging olahan, seperti sosis, bacon, dan hot dog, adalah makanan berkolesterol tinggi yang harus dibatasi.
Konsumsi daging olahan yang tinggi telah dikaitkan dengan peningkatan tingkat penyakit jantung dan kanker tertentu seperti kanker usus besar.
Sebuah tinjauan besar yang melibatkan lebih dari 614.000 peserta menemukan bahwa setiap tambahan 50 gram porsi daging olahan per hari dikaitkan dengan 42% risiko lebih tinggi terkena penyakit jantung.
Pencuci mulut
Cookies, cake, es krim, pastry, dan manisan lainnya adalah makanan tidak sehat yang cenderung tinggi kolesterol, serta tambahan gula, lemak dan kalori tidak sehat.
Sering mengonsumsi makanan ini dapat berdampak negatif pada kesehatan secara keseluruhan dan menyebabkan penambahan berat badan seiring waktu.
Penelitian telah mengaitkan penambahan asupan gula dengan obesitas, diabetes, penyakit jantung, penurunan kognitif, dan kanker tertentu.
Plus, makanan ini sering kali tidak memiliki nutrisi yang dibutuhkan tubuh Anda untuk berkembang. Ini termasuk vitamin, mineral, protein dan lemak sehat.
Kolesterol dan makan sehat
Apa yang kita makan berdampak pada kadar kolesterol kita dan dapat membantu mengurangi risiko penyakit. Cobalah makan berbagai variasi makanan dari masing-masing dari lima kelompok makanan. Ini tidak hanya membantu menjaga pola makan yang sehat dan menarik, tetapi juga memberikan nutrisi penting bagi tubuh.
The Heart Foundation merekomendasikan:
- Perbanyak sayuran, buah-buahan dan biji - bijian.
- Berbagai sumber protein yang sehat (terutama ikan dan makanan laut), polong-polongan (seperti buncis dan lentil), kacang-kacangan dan biji-bijian. Jumlah telur yang lebih sedikit dan unggas tanpa lemak juga dapat dimasukkan dalam diet jantung sehat. Jika memilih daging merah, pastikan dagingnya tidak berlemak dan batasi 1-3 kali seminggu.
- Susu tanpa rasa, yoghurt, dan keju. Mereka yang memiliki kolesterol darah tinggi harus memilih jenis lemak yang dikurangi.
- Pilihan lemak sehat, kacang - kacangan, biji-bijian, alpukat, zaitun dan minyaknya untuk memasak
- Bumbu dan rempah-rempah untuk membumbui makanan, bukan menambahkan garam.
Juga, perhatikan seberapa banyak Anda makan dan apakah Anda kenyang dengan makanan yang tidak sehat. Ukuran porsi telah meningkat dari waktu ke waktu dan banyak dari kita yang makan lebih dari yang kita butuhkan yang dapat menyebabkan obesitas dan meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular.
Idealnya, piring yang sehat akan mencakup porsi - ¼ protein, ¼ karbohidrat dan ½ sayuran.
Ukuran porsi dapat bervariasi tergantung pada usia, jenis kelamin dan kebutuhan nutrisi tertentu.