22 Penyebab Kram Kaki yang Harus Diwaspadai, Beserta Cara Mengatasinya
Karena sering terjadi pada malam hari ketika kaki kita sedikit ditekuk dan kaki kita mengarah ke bawah, beberapa orang berpendapat bahwa pengetatan ini memicu kejang. Berikut merdeka.com merangkum penyebab kram kaki yang paling umum beserta cara mengatasinya:
Kram kaki adalah masalah umum yang memengaruhi otot kaki, betis, dan paha. Kram kaki sering terjadi saat seseorang sedang tidur atau beristirahat. Mereka bisa hilang dalam beberapa detik, tetapi durasi rata-rata adalah 9 menit.
Kram kaki juga dapat meninggalkan rasa nyeri di otot hingga 24 jam setelahnya. Ada berbagai hal yang dapat menyebabkan kram kaki. Tetapi penting juga untuk dicatat bahwa seringkali tidak ada penjelasan sama sekali untuk kram kaki.
Karena sering terjadi pada malam hari ketika kaki kita sedikit ditekuk dan kaki kita mengarah ke bawah, beberapa orang berpendapat bahwa pengetatan ini memicu kejang. Berikut merdeka.com merangkum penyebab kram kaki yang paling umum beserta cara mengatasinya:
Advertisement
Penyebab Kram Kaki
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa kelelahan otot dan disfungsi saraf mungkin berperan menjadi penyebab kram kaki. Tidur dengan kaki terentang dan otot betis memendek dapat memicu kram di malam hari.
Beberapa ahli percaya dehidrasi dan ketidakseimbangan elektrolit dapat berkontribusi. Atlet yang berolahraga berat di cuaca panas sering mengalami kram. Namun, bukti ilmiah belum mengkonfirmasi hubungan ini. Atlet yang bermain di iklim dingin juga mengalami kram.
Advertisement
Terkadang kram kaki disebabkan oleh kondisi mendasar yang berkaitan dengan sistem saraf, sirkulasi, metabolisme, atau hormon. Beberapa obat juga dapat meningkatkan risiko. Kondisi yang dapat menjadi penyebab kram kaki meliputi:
penyalahgunaan alkohol
sirosis
gagal ginjal kronis
hemodialisis
pengobatan kanker
kelelahan otot
penyakit pembuluh darah
penyakit Parkinson
penyakit arteri perifer (PAD)
sindrom kaki gelisah
kehamilan, terutama pada tahap selanjutnya
penyakit saraf motorik
Penyakit Lou Gehrig ( amyotrophic lateral sclerosis, atau ALS )
American Academy of Orthopedic Surgeons (AAOS) menyarankan hal berikut untuk meredakan kram kaki:
Hentikan aktivitas yang menyebabkan kram.
Regangkan dan pijat otot.
Tahan kaki dalam posisi meregang sampai kram berhenti.
Oleskan salep panas ke otot yang tegang atau kram.
Gunakan kompres dingin pada otot dengan lembut.
Peregangan sebelum tidur dapat membantu, tetapi buktinya masih terbatas.
Orang yang lebih tua lebih mungkin mengalami kram kaki. Kehilangan otot dimulai dari pertengahan 40-an dan meningkat jika seseorang tidak aktif beraktivitas. Ini dapat meningkatkan risiko kram. Penelitian menunjukkan bahwa 50-60% orang dewasa dan 7% anak-anak mengalami kram, dan kemungkinannya meningkat seiring bertambahnya usia.
Latihan dan peregangan
Jika tidak ada penyebab yang mendasari, kram kaki mungkin akan membaik tanpa pengobatan. Berjalan berjinjit dapat membantu meregangkan otot dan meredakan kram.
Latihan peregangan juga dapat membantu. Jika kram di otot betis coba lakukan peregangan berikut:
Peregangan otot hamstring
Duduk di lantai dengan kaki lurus ke depan.
Tarik jari-jari kaki ke atas ke arah lutut, untuk meregangkan otot betis.
Tahan selama 30 detik.
Peregangan otot betis
Berdiri sekitar satu meter dari dinding dengan kedua kaki rata di tanah.
Condongkan tubuh ke depan ke dinding dengan tangan terentang dan tangan rata di dinding. Jaga agar tumit tetap di tanah.
Tahan selama 10 detik, lalu perlahan kembali ke posisi tegak.
Ulangi 5-10 kali.
Peregangan otot quadriceps
Berdiri tegak, pegang dinding atau kursi untuk menopang jika perlu.
Tarik satu kaki ke atas ke arah bokong, pegang dan pergelangan kaki, dan pegang kaki sedekat mungkin dengan tubuh.
Tahan selama 30 detik, lalu ulangi dengan kaki lainnya.
Melakukan latihan ini dapat membantu meringankan atau mencegah kram. Mereka juga bisa berfungsi sebagai pemanasan sebelum berolahraga.
Pencegahan
Langkah-langkah berikut juga dapat membantu mencegah kram kaki.
Dukung jari-jari kaki saat berbaring atau tidur dengan menopang kaki dengan bantal.
Jaga agar tempat tidur tetap longgar untuk membantu mencegah kaki dan jari kaki mengarah ke bawah saat tidur.
Kenakan alas kaki yang sesuai di siang hari, terutama jika seseorang memiliki kaki datar atau masalah kaki lainnya.
Tetap bugar dengan berolahraga cukup dapat membantu. Jika seseorang melakukan olahraga, mereka harus memastikan program mereka sesuai dan kemajuan mereka bertahap. Hindari kelelahan dan latihan untuk waktu yang lama, dan selalu ingat untuk melakukan pemanasan sebelum memulai.
Kapan harus ke dokter?
Kram kaki biasanya tidak perlu dikhawatirkan, tetapi terkadang dapat mengindikasikan masalah mendasar. Jika kram parah atau sering terjadi, mungkin ide yang baik untuk mencari nasihat medis.
Dokter akan melakukan tes untuk mencoba mengidentifikasi penyebab yang mendasarinya. Jika orang tersebut mengonsumsi obat yang dapat memicu kram, dokter dapat menyesuaikan dosis atau mengubah obat.