14 Kata-Kata Jean Piaget Tentang Psikologi dan Anak-Anak, Penuh Pelajaran
Sebagian besar gagasannya mendapat pengakuan secara anumerta yang memainkan peran kunci dalam kelahiran sub-disiplin utama dalam psikologi. Berikut kata-kata Jean Piaget paling mencerahkan di bidang psikologi, yang telah dikutip dari karyanya, penelitian, tulisan dan buku:
Jean Piaget adalah seorang psikolog perkembangan Swiss dan ahli epistemologi genetik.
Melalui studinya terhadap ketiga anaknya sendiri, Piaget mengembangkan teori perkembangan kognitif yang menggambarkan serangkaian tahapan perkembangan intelektual yang dilalui anak-anak saat mereka dewasa.
Sebelum Piaget, orang cenderung menganggap anak-anak sebagai versi kecil dari orang dewasa. Karyanya memperkenalkan gagasan bahwa pemikiran anak-anak pada dasarnya berbeda dari pemikiran orang dewasa.
Sebagian besar gagasannya mendapat pengakuan secara anumerta yang memainkan peran kunci dalam kelahiran sub-disiplin utama dalam psikologi. Berikut kata-kata Jean Piaget paling mencerahkan di bidang psikologi yang telah dikutip dari karyanya, penelitian, tulisan dan buku.
Sekilas Tentang Jean Piaget
Jean Piaget lahir di Swiss pada 9 Agustus 1896, dan ia mulai menunjukkan minat pada ilmu-ilmu alam pada usia yang sangat dini. Pada usia 11 tahun, ia sudah memulai kariernya sebagai peneliti dengan menulis makalah pendek tentang burung pipit albino. Ia melanjutkan studi ilmu alam dan menerima gelar Ph.D. dalam zoologi dari Universitas Neuchâtel pada tahun 1918.
Piaget selanjutnya mengembangkan minat dalam psikoanalisis dan menghabiskan satu tahun bekerja di lembaga anak laki-laki yang dibuat oleh Alfred Binet. Binet dikenal sebagai pengembang tes kecerdasan pertama di dunia, dan Piaget ikut andil dalam penilaian penilaian tersebut.
Sementara karier awalnya terdiri dari pekerjaan dalam ilmu alam pada tahun 1920-an ia mulai bergerak menuju pekerjaan sebagai psikolog. Dia menikah dengan Valentine Châtenay pada tahun 1923, dan pasangan itu kemudian memiliki tiga anak. Pengamatan Piaget terhadap anak-anaknya sendiri yang menjadi dasar bagi banyak teorinya di kemudian hari.
Kata-Kata Jean Piget
1. “Tujuan utama pendidikan di sekolah harus menciptakan laki-laki dan perempuan yang mampu melakukan hal-hal baru, tidak hanya mengulangi apa yang telah dilakukan generasi lain.”
2. “Bermain adalah jawaban atas bagaimana sesuatu yang baru muncul.”
3. ”Pendidikan, bagi kebanyakan orang, berarti berusaha membimbing anak agar menyerupai orang dewasa pada umumnya . . . tapi bagi saya dan tidak ada orang lain, pendidikan berarti membuat pencipta. . . . Anda harus membuat penemu, inovator ... bukan konformis"
4. “Apa yang kita lihat mengubah apa yang kita ketahui. Apa yang kita ketahui mengubah apa yang kita lihat.”
5. “Anak-anak membutuhkan periode bermain dan eksplorasi yang lama dan tidak terputus”
6. “Bermain adalah pekerjaan masa kecil.”
7. "Pengalaman mendahului pemahaman."
8. “Sebagaimana pikirannya sendiri bersentuhan dengan orang lain, kebenaran akan mulai memperoleh nilai di mata anak dan akibatnya akan menjadi tuntutan moral yang dapat diberikan kepadanya. Selama anak itu tetap egosentris, kebenaran seperti itu akan gagal menarik minatnya dan dia tidak akan melihat ada salahnya mengubah fakta sesuai dengan keinginannya.”
9. “Apakah kita membentuk anak-anak yang hanya mampu mempelajari apa yang sudah diketahui? Atau haruskah kita mencoba mengembangkan pikiran kreatif dan inovatif, yang mampu menemukan sejak usia prasekolah dan seterusnya, sepanjang hidup?”
10. “Hanya pendidikan yang mampu menyelamatkan masyarakat kita dari kemungkinan kehancuran. ”
11. “Pengetahuan ilmiah terus berevolusi; ia menemukan dirinya berubah dari satu hari ke hari berikutnya.”
12. "Betapa lebih berharganya sedikit kemanusiaan daripada semua aturan di dunia.”
13. “Semakin kita berusaha memperbaiki sekolah kita, semakin berat tugas mengajarnya; dan semakin baik metode pengajaran kita, semakin sulit untuk diterapkan.”
14. “Selama tahap paling awal, anak merasakan hal-hal seperti solipsist yang tidak menyadari dirinya sebagai subjek dan hanya mengenal tindakannya sendiri.”