Terancam tanpa gelar, akhir era Barca?
Setelah kalah di final, praktis hanya tinggal La Liga yang menjadi target satu-satunya untuk diraih Barcelona musim ini.
Usai disingkirkan Atletico Madrid 0-1 di Liga Champions, kemudian dipaksa menyerah oleh Granada 0-1, dan sebelum akhirnya kalah dari musuh abadi mereka, Real Madrid 1-2 di final Copa del Rey. Rentetan hasil buruk tersebut seakan memupuskan harapan tim Catalan untuk memperoleh gelar musim ini.
Praktis hanya tinggal La Liga yang akan menjadi target satu-satunya untuk diraih Barcelona musim ini. Untuk meraih gelar juara tersebut juga rasanya tidak mudah walaupun perbedaan poin Bacelona dengan Atletico Madrid dan Real Madrid hanya berbeda tiga dan satu poin saja.
Sebuah ancaman tanpa surat yang berbunyi kekalahan tiga kali berturut-turut musim ini seakan menjadi tanda kalau klub yang bermarkas di Camp Nou ini tidak ada gelar yang mampir ke lemari mereka.
Lalu diperparah dengan kasus transfer Neymar yang terungkap bahwa adanya pemalsuan yang dilakukan pihak Catalan, memaksa presiden Barcelona, Sandro Rosell, memilih mundur dari kursi terhormat yang juga menjadi satu-satunya jalan untuk menyelamatkan wajah Les Cules.
Kursi kepelatihan pun kian semakin panas. Gerardo Martino pun terancam ditendang. Bahkan situs online Mirror dua hari lalu memberitakan bahwa Jurgen Klopp lah yan paling pantas untuk menangani Barcelona dengan keadaan yang seperti ini. Klopp pun dirasa cukup kompeten untuk menangani Barcelona, Borussia Dortmund terbukti mampu mempecundangi Madrid di perempat final leg kedua Liga Champions beberapa hari lalu.
Lalu mampukah peraih 22 gelar La Liga, Barcelona, menjadi juara untuk ke 23 kalinya musim ini?(mdk/tts)