Suporter yang Kibarkan Bendera LGBT saat Piala Dunia 2022 Dideportasi dari Qatar
Dilansir dari Marca, Mario sempat dikabarkan bebas setelah sempat ditahan beberapa jam. Petugas berwenang melepasnya tanpa memberikan sanksi apapun.
Mario Ferri, pria berkebangsaan Italia yang mengibarkan bendera pelangi sambil menerobos laga Piala Dunia 2022 antara Portugal vs Uruguay, telah dideportasi ke negara asalnya. Pria tersebut sempat membuah heboh lantaran berlari dengan mengibarkan bendera pelangi yang identik dengan kelompok LGBT.
Dilansir dari Marca, Mario sempat dikabarkan bebas setelah sempat ditahan beberapa jam. Petugas berwenang melepasnya tanpa memberikan sanksi apapun.
"Penahanan singkat di tempat yang tidak ditentukan dan telah dibebaskan oleh otoritas tanpa konsekuensi," bunyi laporan Marca, Kamis (1/12)
Namun pada laporan lainnya, Marca menyebut bahwa El Falcon -julukan pria tersebut- telah dideportasi alias diusir dari Qatar, tuan rumah penyelenggara Piala Dunia 2022.
Insiden menerobosnya seorang penonton terjadi di Stadion Lusail, Lusail, Qatar, Senin (28/11). Dalam aksinya, pria tersebut berlari dengan mengibarkan bendera pelangi yang identik dengan kelompok LGBT.
Dia juga mengenakan kaus biru dengan lambang Superman di bagian dada, serta tulisan "RESPECT FOR IRANIAN WOMAN" dan "SAVE UKRAINE".
Aksinya ini dilakukan untuk memprotes larangan adanya praktik dan kampanye LGBT selama ajang Piala Dunia 2022 yang berlangsung di Qatar.
Melalui aksi ini dia juga menunjukkan dukungan kepada wanita Iran yang mengalami diskriminasi di negaranya sendiri dan Ukraina yang menghadapi invasi Rusia.
Reporter: Jule Putra
Baca juga:
Suporter Cantik Menangis usai Jerman Tersingkir di Piala Dunia 2022
Wajah Lesu Pemain Jerman Gagal Lolos 16 Besar Piala Dunia 2022
Melihat Lebih Jelas Gol Kontroversial Jepang ke Gawang Spanyol
Momen Jepang Hajar Spanyol dan Lolos 16 Besar Piala Dunia
Semerbak Aroma Korupsi di Piala Dunia Qatar
Highlights Grup F Piala Dunia 2022: Maroko dan Kroasia Melaju