LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. SEPAKBOLA

Qatar Pakai 1.500 Penonton Bayaran, Harus Apal Lagu Kebangsaan

Qatar juga merupakan negara pertama yang tersingkir dari Piala Dunia 2022. Meski selalu kalah, setiap pertandingan tim tuan rumah selalu dipenuhi para penonton.

2022-12-01 20:16:07
Piala Dunia 2022
Advertisement

Timnas Qatar menyewa 1.500 orang dari negara lain untuk menjadi pendukung mereka di Piala Dunia 2022. Sayangnya, Qatar tetap tidak lolos dari fase grup tanpa kemenangan sama sekali.

Dari tiga laga pada babak penyisihan grup, Qatar yang berstatus tim debutan selalu menelan kekalahan. Mereka takluk 0-2 dari Ekuador, 1-3 dari Senegal, serta menyerah 0-2 dari Belanda.

Timnas Qatar menemani Afrika Selatan sebagai tuan rumah yang gagal lolos dari fase grup dalam sejarah Piala Dunia. Namun, Afrika Selatan mampu meraih satu poin saat bermain imbang 1-1 melawan Meksiko pada laga pembuka Piala Dunia 2010.

Advertisement

Qatar juga merupakan negara pertama yang tersingkir dari Piala Dunia 2022. Meski selalu kalah, setiap pertandingan tim tuan rumah selalu dipenuhi para penonton.

Saat Qatar berlaga di Piala Dunia 2022, yakni ribuan orang berkaos merah ternyata merupakan suporter bayaran. Tidak hanya dibayar, para suporter ini juga mendapatkan akomodasi gratis, makanan hingga tiket pertandingan. Total 1.500 suporter bayaran Qatar ini berasal dari berbagai negara seperti Lebanon, Mesir, Aljazair, dan Suriah.

Advertisement

Surat kabar Amerika itu juga melaporkan para suporter bayaran ini tiba di Qatar pada awal pertengahan Oktober. Mereka terlebih dahulu berlatih nyanyian dan mempelajari Lagu Kebangsaan Qatar hingga meniru 'budaya ultra'.

Seorang Ultra Lebanon yang tidak mau namanya disebut mengatakan dia datang ke Qatar bukan demi uang. Dia menyebut dukungan bagi negara tuan rumah karena ingin mensuport sesama tim Timur Tengah atau Arab.

"Ini adalah tugas kita untuk mendukung negara Arab. Kami berbagi bahasa yang sama. Kami berbagi budaya yang sama. Kami adalah jari di tangan yang sama. Kami ingin menunjukkan kepada dunia sesuatu yang istimewa. Anda akan melihat sesuatu yang istimewa," katanya.

Suporter bayaran ini adalah cara Qatar untuk menghentikan banyaknya kritikan kepada mereka. Pasalnya, selepas terpilih sebagai tuan rumah Piala Dunia 2022, datang kritikan jika Qatar tidak memiliki basis suporter sepak bola yang kuat.

Namun kenyataannya, suporter bayaran ini juga menimbulkan kontroversi yang lain. Bahkan, sebelum Piala Dunia dimulai, sejumlah suporter palsu telah berseliweran di negara petro dollar tersebut.

(mdk/eko)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.