Pemasukan nihil, Stadion Gajayana Malang direlakan buat konser musik
Pemerintah setempat pasrah bila rumput stadion rusak akibat konser.
Stadion Gajayana Malang selama ini kerap dipakai buat menggelar pertandingan-pertandingan sepakbola. Namun, sejak Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia dibekukan dan kompetisi dihentikan, stadion kebanggaan kota Malang seolah terbengkalai.
Pemerintah Kota Malang kini berencana memanfaatkan Stadion Gajayana buat menggelar kegiatan non sepakbola dan olahraga. Sejumlah konser musik akan digelar di tengah-tengah lapangan hijau dalam waktu dekat.
Kepala Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Kota Malang, Ade Herawanto mengatakan, mulai pertengahan Agustus mendatang menjadi awal penggunaan stadion buat konser musik. Pihaknya sedang menyiapkan kerjasama dengan sebuah event organizer (EO).
"Nanti kita gelar konser Kemerdekaan, kemungkinan tanggal 22 Agustus. Event lain segera menyusul," kata Ade Herawanto di Malang, Kamis (30/7).
Gelaran itu diharapkan menopang pendapatan bagi pemerintah daerah. Karena sejak tidak digunakan buat kompetisi sepakbola atau perhelatan besar, stadion itu nyaris tidak kontribusi pendapatan bagi pemerintah daerah.
Soal rumput stadion yang bakal rusak akibat diinjak-injak pengunjung konser, Ade tidak begitu mempertimbangkan. Namun pihaknya tetap akan menghitung dampak kerugian ditimbulkan.
"Intinya pertandingan sepak bola tidak akan digelar karena kondisinya sekarang ini. Kita mempersilakan Stadion Gajayana untuk digunakan di luar kegiatan sepakbola. Rock-rockan boleh, dangdutan juga boleh," ujar Ade sembari tertawa.
Seperti diketahui, akibat pembekuan PSSI, kompetisi liga sepakbola nasional praktis berhenti. Beberapa kegiatan sepakbola juga tidak mendapatkan izin digelar di Malang, dengan berbagai alasan. Kondisi ini dipastikan akan panjang, bahkan tidak ada tanda-tanda akan lebih baik.
"Kondisinya kan tidak pasti, entah sampai kapan. Mungkin bisa saja sampai satu generasi," ucap Ade sambil tertawa.(mdk/ary)