Neymar cs Belajar Goyang dari Tiktok saat Selebrasi Gol Lawan Korsel di Piala Dunia
Timnas Brasil berhasil membungkam Korea Selatan 4-1 di babak 16 besar Piala Dunia 2022, beberapa hari lalu. Mereka pun membagikan kebahagiaan dengan menari saat selebrasi berhasil menciptakan gol.
Timnas Brasil berhasil membungkam Korea Selatan 4-1 di babak 16 besar Piala Dunia 2022, beberapa hari lalu. Mereka pun membagikan kebahagiaan dengan menari saat selebrasi berhasil menciptakan gol.
Penyerang Brasil, Raphinha mengungkapkan, mereka akan terus melanjutkan selebrasi tersebut selama masih berkompetisi di Piala Dunia 2022.
Bukan tanpa alasan, karena tarian yang mereka mainkan sebagai selebrasi gol itu telah dipersiapkan. Bahkan, sedikitnya 10 tarian telah mereka pelajari.
"Ini masalah bagi mereka yang tidak menyukainya, kami akan terus melakukannya," kata dia seperti dikutip dari ESPN, Rabu (7/12).
Salah satu tarian yang telah mereka pamerkan ialah saat Neymar, Lucas Paqueta, Vinicius Junior dan Raphinha menari berjajar ketika berhasil menciptakan gol ke gawang Korea Selatan.
Belajar dari Tiktok
Koreografi pertama bersumber dari tarian "Pagodao do Birimbola" oleh penyanyi grup Brasil Os Quebradeiras yang salah satu lagunya paling populer di TikTok di Brasil. Video tarian itu dibagikan antarpemain agar dipelajari dan diaplikasikan ketika usai mencetak gol
"Setiap hari kami mengirim video dan, di dalam hotel, kami hanya mengatakan: 'Ini (tarian)akan jadi,'" jelas Paqueta.
Paqueta mengungkapkan, tidak ada maksud menyinggung bagi mereka dengan menari usai mencetak gol. Hal tersebut juga sudah biasa mereka lakukan.
"Ini adalah tim di mana semua orang senang membuat gol, senang meraih kemenangan. Semua orang merayakannya dengan cara mereka sendiri," terangnya.
Dikritik Roy Keane
Tarian Tim Samba ternyata mendapat kritik dari legenda sepak bola, Roy Keane. Mantan kapten Manchester United itu menilai tarian tersebut tidak menghormati lawan.
"Saya tidak suka ini. Orang bilang itu budaya mereka. Tapi menurut saya itu benar-benar tidak menghormati berlawanan," katanya.
"Tarian adalah simbol, cara simbolis ini untuk menunjukkan kegembiraan kami mencetak gol. Kami tidak melakukannya untuk tidak menghormati, kami tidak melakukan dengan maju ke depan lawan, kami tidak melakukan apa pun."
"Kami berkumpul, Anda dapat melihat itu, semua orang ada di sini. Dan kemudian kami mulai merayakannya, ini adalah momen kami, kami mencetak gol, jadi Brasil merayakannya. Jika dia tidak menyukainya, saya tidak bisa berbuat banyak untuknya. Jika kami mencetak gol lagi, kami akan terus merayakannya," sambung Paqueta menjawab kritik tersebut.
Aksi tarian mereka juga didukung sang pelatih Tite. Bahkan, Tite ikut menari usai Richarlison menciptakan gol dengan bergoyang "Dança do Pombo". Namun, aksi itu ditutupi pemain lain agar tak terlihat tim lawan.
(mdk/hrs)