LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. BOLA

Kata Pengamat soal Kegagalan Timnas Indonesia di Piala AFF 2024: 50 Persen Layak Dipertahankan

Ketua PSSI, Erick Thohir, berencana untuk mengevaluasi kegagalan Timnas Indonesia dalam Piala AFF 2024.

Selasa, 24 Des 2024 08:17:00
timnas indonesia
Piala AFF 2024 - Pemain Timnas Indonesia: Asnawi Mangkualam, Pratama Arhan, Rafael Struick, Hokky Caraka, Marselino Ferdinan (Bola.com/Adreanus Titus) (© 2024 Bola.com)
Advertisement

Ketua PSSI, Erick Thohir, berencana melakukan evaluasi terkait kegagalan Timnas Indonesia di Piala AFF 2024. Pada pertandingan terakhir penyisihan Grup B yang berlangsung di Stadion Manahan Surakarta pada Sabtu (21/11/2024), Timnas Indonesia harus mengakui kekalahan dari Timnas Filipina dengan skor 0-1, yang membuat mereka tidak lolos ke babak semifinal. Dengan hasil tersebut, Indonesia hanya mampu menempati posisi ketiga dengan perolehan empat poin. Di sisi lain, Vietnam berhasil menjadi juara grup, sedangkan Filipina menduduki posisi runner-up. Keduanya akan menghadapi Thailand dan Singapura, yang merupakan juara dan runner-up dari Grup A.

Menurut pengamat sepakbola asal Malang, Gusnul Yakin, dari 24 pemain berusia di bawah 22 tahun, kecuali Asnawi Mangkualam dan Arhan Pratama, hanya sedikit yang menunjukkan performa yang baik. Ia menilai kualitas sebagian besar pemain masih di bawah standar.

"Dari berbagai aspek berdasar peringkat, Dony Tri Pamungkas, Kadek Arel, dan Cahya Supriyadi menunjukkan performa di atas rata-rata. Ketiga pemain tersebut tampil konsisten dan memberikan dampak positif bagi tim," ujarnya.

Tak Maksimal

Piala AFF 2024 - Pemain Timnas Indonesia: Asnawi Mangkualam, Pratama Arhan, Rafael Struick, Hokky Caraka, Marselino Ferdinan (Bola.com/Adreanus Titus) © 2024 Bola.com

Gusnul Yakin, seorang pelatih senior, melakukan analisis terhadap performa pemain Timnas Indonesia yang belum optimal. Ia mempertanyakan, "Apakah kualitasnya memang sebatas itu? Atau mereka tidak mampu menerapkan taktik yang diberikan oleh Shin Tae-yong? Bisa jadi, Shin Tae-yong sendiri kurang memahami potensi yang dimiliki para pemain. Selain itu, kurangnya waktu untuk membangun chemistry dalam permainan juga mungkin menjadi faktor penyebabnya," ujarnya.

Advertisement

Dari hasil pengamatannya, ia menilai bahwa hanya sekitar lima puluh persen dari anggota Timnas Indonesia yang layak untuk dipertahankan. "Jika separuh dari mereka dipertahankan, itu sudah merupakan langkah yang baik. Namun, tergantung pada Shin Tae-yong atau pelatih lain yang mungkin akan ditunjuk PSSI untuk menangani Timnas Indonesia di SEAG Thailand, apakah mereka dapat memperbaiki kinerja para pemain," tambahnya.

Faktor Psikologis

Piala AFF 2024 - Pemain Timnas Indonesia: Asnawi Mangkualam, Pratama Arhan, Rafael Struick, Hokky Caraka, Marselino Ferdinan (Bola.com/Adreanus Titus) © 2024 Bola.com

Gusnul Yakin juga menekankan pentingnya aspek psikologis bagi pemain muda yang mungkin belum siap menghadapi tekanan dalam pertandingan internasional, terutama saat berhadapan dengan tim dari negara lain yang diperkuat oleh pemain senior.

Advertisement

"Keputusan memakai pemain muda di Piala AFF 2024 memang simalakama. PSSI dan Shin Tae-yong ingin menyiapkan tim ini untuk SEAG Thailand, tapi ekspektasi publik sangat tinggi. Ini jadi tekanan psikologis bagi pemain. Apalagi mereka melawan pemain senior negara lain yang sudah pengalaman dari sisi teknis dan memancing emosi pemain Timnas Indonesia," tuturnya.

Dengan adanya ekspektasi yang tinggi dari publik, para pemain muda harus mampu menghadapi tantangan mental yang tidak kalah pentingnya dari aspek teknis dalam permainan.

Dibutuhkan Seorang Leader

Gusnul Yakin menegaskan bahwa meskipun pemain muda Timnas Indonesia memiliki keterampilan yang baik, persiapan mental mereka dalam menghadapi tekanan dari lawan sangat penting. Jika aspek psikologis ini tidak diperhatikan, maka strategi permainan yang dirancang oleh Shin Tae-yong bisa gagal atau bahkan hancur.

Advertisement

"Kekurangan Timnas Indonesia tak punya seorang leader yang bisa memimpin pemain menghadapi situasi di lapangan. Timnas Indonesia juga tak memiliki pengaturan ritme permainan. Sehingga terkesan permainan grusa-grusu atau tak tertata rapi," ucapnya.

Berita Terbaru
  • Adopsi Motor Listrik Dikebut, Standar Keselamatan Harus Jadi Prioritas
  • IHSG Berpeluang Reli Usai MSCI Pertahankan Indonesia di Emerging Market
  • Pesan Tegas Menko Polkam Djamari Chaniago: Kapolda hingga Pangdam Pertaruhkan Jabatan Jika Gagal Cegah Karhutla
  • Nonton Moto3 & Moto2 Monster Energy Grand Prix of Czechia 2026 Seri ke-9 di Vidio
  • Setahun Buron, Pelaku Penikaman Akhirnya Ditangkap saat Berada di Rumah Kekasih
  • berita update
  • konten ai
  • merdekabola
  • piala aff 2024
  • timnas indonesia
Artikel ini ditulis oleh
Editor Dian Rosadi
G
Reporter Gatot Sumitro, Wiwig Prayugi
Disclaimer

Artikel ini dihasilkan oleh AI berdasarkan data yang ada. Gunakan sebagai referensi awal dan selalu pastikan untuk memverifikasi informasi lebih lanjut sebelum mengambil keputusan.

Berita Terpopuler

Berita Terpopuler

Advertisement
Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.