Halim Mahfudz: Belum ada pembicaraan penggunaan kostum di era saya
Sengkarut, yang dipicu oleh tidak bisanya Timnas Indonesia menggunakan kostum Merah Putih, terus berlanjut.
Sengkarut, yang dipicu oleh tidak bisanya Timnas Indonesia menggunakan kostum Merah Putih, terus berlanjut. Kali ini giliran mantan Sekretaris Jenderal PSSI, Halim Mahfudz yang angkat bicara terkait permasalahan ini.
Menurut Halim, kesepakatan dengan promotor, untuk mendatangkan De Oranje ke Indonesia, memang terjadi pada saat dia masih menjabat sebagai Sekjen. Namun, saat itu, pembicaraan masih belum mengerucut pada hal-hal teknis, termasuk penggunaan kostum.
"Tidak pernah ada pembicaraan mengenai hal ini. Waktu itu, pembicaraan masih sangat awal," ujar pria yang karib disapa Gus Iim ini, pada Bola.net.
"Belum ada detil teknis yang dibicarakan waktu itu," dia menandaskan.
Sebelumnya, CEO Nine Sport, Arif Putra Wicaksana mengakui bahwa ada kesepakatan antara pihaknya dengan KNVB (Federasi Sepakbola Belanda) terkait penggunaan kostum. Menurut Arif dalam kesepakatan tersebut, Timnas Belanda akan mengenakan kostum kebanggaan mereka, Oranje.
Arif juga mengaku bahwa pihaknya sudah mengkomunikasikan kesepakatan tersebut dengan PSSI. Mengenai klaim PSSI, yang mengaku belum mengetahui hal ini, Arif menyebut bahwa ini karena di tubuh PSSI terjadi miskomunikasi akibat adanya pergantian personel di posisi Sekretaris Jenderal.(den/lex)
- Tak Kenakan Merah-Putih, La Nyalla Nilai Sebagai Tragedi Memalukan
- Bonus Rp 1 M Menanti Timnas Indonesia
- PSSI Akan Evaluasi Promotor Timnas Kontra Belanda
- Presiden KNVB Minta Maaf Terkait Jersey Timnas
- Preview: Indonesia vs Belanda, Pertemuan Perdana
- La Nyalla: EO Terlalu Murah Jual Semangat Kebangsaan
- Andik Incar Jersey Arjen Robben
- Andik: Apapun Jerseynya, Kita Tetap Tuan Rumah