6 selebrasi kontroversi pemain bola
Selebrasi merupakan ekspresi kegembiraan seorang pemain ketika usai mencetak sebuah gol
Selebrasi merupakan ekspresi kegembiraan seorang pemain ketika dirinya usai mencetak gol. Tak jarang para pemain banyak meluapkannya dengan cara yang unik. Petr Crouch adalah salah satu contohnya, ia melakukan selebrasi bak sebuah robot yang menari, atau selebrasi dance ala Daniel Sturridge yang sedang mendapat perhatian dari para penonton. Striker asal Prancis yang belum lama ini menuai kontroversi akibat selebrasinya yang menuai kontroversi pada Desember 2013 lalu. Nicolas Anelka yang sukses mencetak gol ke gawang West Ham United melakukan selebrasi dengan cara melipatkan tangan kiri dan menekuknya hingga telapak tangan kiri tersebut menyentuh siku tangan kanan. Maksud dari gerakan tersebut itu dinamai anti semit, atau anti yahudi. Paolo Di Canio memang dikenal dengan karakter yang tempramental. Hal itu ditunjukkan saat selebrasinya ketika masih menjadi pemain Lazio pada tahun 2005. Di Canio memberikan salam ala nazi dengan tangan kananya ketika ia usai mencetak gol saat menghadapi Juventus. Akibat dari perbuatannya tersebut ia menerima sanksi satu pertandingan dan denda 10 ribu euro. Eks pemain Sevilla, Frederic Kanoute, juga pernah terlibat kasus selebrasi yang kontroversi. Ketika itu ia melakukan selebrasi setelah berhasil mencetak gol dalam ajang Copa Del Rey melawan Barcelona pada tahun 2009 dengan cara menunjukkan baju dalamnya yang bertuliskan huruf arab, ternyata tulisan tersebut memiliki arti sebagai dukungan terhadap rakyat Palestina. Dituduh sebagai penggila kokain, penyerang Liverpool pun membalasnya dengan selebrasi. Ketika itu ia suskes mencetak gol ke gawang Everton dan melakukan selebrasi dengan merangkak tepat digaris lapangan, dan seolah-olah taburan bubuk putih lapangan tersebut adalah kokainnya. Selebrasi kontroversi kali ini terjadi pada Euro 1996, pelakunya adalah punggawa The Three Lions, Paul Gaschoine. Sebelum pertandingan, Gazza julukan Gaschoine, diberitakan oleh media bahwa ia telah melakukan sebuah pesta minuman keras di tempat hiburan malam. Nama terakhir datang dari Yunani yang bermain di AEK Athens, Giorgos Katidis. Sama seperti selebrasi yang dilakukan oleh Paolo Di Canio, akan tetapi nasib Katidis bisa dibilang lebih sial.
Namun tak sedikit juga selebrasi yang dilakukan oleh para pemain ternyata mengandung kontroversi. Berikut ini adalah beberapa pemain yang melakukan selebrasi kontroversi, yang berhasil dirangkum oleh merdeka.com (09/04):Nicolas Anelka
Kini Anelka berstatus sebagai pemain yang tidak memiliki klub setelah memutuskan kontraknya yang masih bersisa tiga bulan. Parahnya lagi Anelka membuat keputusan tersebut melalui media sosial, twitter.Paolo Di Canio
Belakangan diketahui bahwa Di Canio mengakui kalau ia memang seorang yang menganut paham fasis, tapi membantah keras bahwa dirinya telah melakukan rasis.Frederic Kanoute
Selama tujuh tahun (2005-2012) bermain bersama Sevilla, Kanoute sudah tampil sebanyak 209 kalid an mencetak 89 gol.Robbie Fowler
Akibatnya Robbie Fowler pun setelah pertandingan terpaksa menerima sanksi dari FA dengan skorsing 4 laga serta denda 60 ribu poundsterling, uniknya sejak selebrasi itu ia dilabeli legenda Anfield.Paul Gascoigne
Saat ia mencetak gol kedua Inggris ketika menghadapi Skotlandi, ia pun berselebrasi dengan terlentang di pinggir lapangan dengan mulut terbuka lebar, sebelum akhirnya salah seorang rekan senegaranya menyemprotkan air ke sekujur wajahnya. Selebrasi tersebut menggambarkan bahwa Gazza sedang melakukan pesta minuman keras.Giorgos Katidis
Kalau Di Canio hanya dihukum satu pertandingan, Katidis justru mendapat sanksi dilarang membela tim nasional Yunani selama seumur hidupnya dan di tingkat manapun.