5 Teror bom yang ancam laga sepakbola dunia, Indonesia termasuk!
Mirip dengan bom Paris, laga-laga sepakbola juga kerap dihantui teror.
Baru-baru ini sebuah teror bom kembali mengancam. Bahkan tak hanya mengancam, ledakan pun sempat terjadi beberapa kali. Dalam sekejap, 'Pray for Paris' pun langsung mendunia. Dalam laga persahabatan antara Prancis dan Jerman kemarin (14/11), teror bom terjadi. ISIS resmi mengaku bertanggung jawab atas serangan teror di Ibu Kota Paris, Prancis, yang menewaskan 120 orang tersebut. Di final Copa del Rey musim 2014/2015 lalu, yang bertanding adalah Barcelona vs Athletic Bilbao. Jelang laga tersebut muncul seruan di jejaring sosial yang mengatakan bahwa akan ada bom yang meledak dan merusak pertandingan. Markas besar klub asal Ukraina, Shaktar Donetsk pada 23 Agustus 2014 lalu dihantam dua ledakan bom. Hal itu merupakan buntut dari perang saudara antara tentara nasional Ukraina dan separatis pro Rusia telah menimbulkan kerusakan cukup parah pada Donbass Arena, markas klub tersebut. Dalam salah satu laga di Piala Dunia 2014 lalu, ada ancaman bom yang melanda, yakni di babak 8 besar yang mempertemukan Brasil vs Chile. Berniat kunjungi Indonesia dalam rangkaian tour Asia, Manchester United justru membatalkan kedatangannya ke tanah air akibat ledakan bom. Insiden ledakan bom tersebut terjadi di Hotel JW Mariott dan Ritz-Carlton pada 2009 lalu.
Kala itu, tengah berlangsung pertandingan sepakbola persahabatan antara tuan rumah Prancis dan Jerman di Stade de France. Presiden Prancis Francois Hollande yang menyaksikan pertandingan itu kemudian meninggalkan stadion setelah terdengarnya suara ledakan.
Ternyata teror bom yang mengancam laga sepakbola tidak hanya terjadi di Paris saja. Indonesia pun masuk dalam daftar ini. Nah, kira-kira laga sepakbola mana yang sempat diancam bom oleh teroris? Berikut ulasannya!Laga Prancis vs Jerman
ISIS menjelaskan serangan ke Paris dilancarkan militan kiriman mereka, sebagai balasan atas kebijakan Negeri Anggur mengirim jet menghancurkan markas mereka di Suriah.
Prancis terlibat operasi militer Koalisi Barat menggempur markas militan di Suriah sejak akhir September lalu. Jet-jet tempur Negeri Anggur menyasar gudang logistik ISIS di wilayah utara.
Beruntung, dalam laga persahabatan antara Prancis vs Jerman tersebut tidak ada korban jiwa di dalam stadion.Barcelona vs Athelic Bilbao
Beruntung, pihak Kepolisian Spanyol berhasil menangkap pelaku yang ternyata masih berusia 17 tahun. Pelaku yang tinggal di Molina de Segura yang terletak di wilayah Murcia ini sempat menghapus ancamannya di media sosial agar jejaknya hilang. Namun Polisi dan pakar telematika berhasil melacak akunnya. Pria tersebut juga dikaitkan dengan spekulasi janggal jatuhnya pesawat Germanwings pada 24 Maret 2015 rute Barcelona tujuan Dusseldorf, Jerman. Kecelakaan itu menewaskan 150 orang.
Akhirnya final Copa del Rey pun berjalan mulus di markas Barcelona dengan kemenangan telak Blaugrana sekaligus memantapkan mereka meraih trebble winner musim lalu.Shaktar Donetsk
Akibat dari ledakan itu adalah di bagian barat laut stadion, saluran komunikasi, dan juga merusak bangunan serta peralatan pusat energi yang terletak di sebelah utara Donbass Arena. Beruntung tak ada korban jiwa dalam insiden tersebut.
Dampak dari ledakan itu, Shakhtar tidak diizinkan untuk memainkan laga kandang di Donbass Arena pada musim lalu. Sebagai gantinya, mereka akan hijrah ke Lviv yang terletak di sebelah selatan kota Donetsk.Brasil vs Chile
Ancaman terorisme muncul di jejaring sosial Twitter. Beruntung, ancaman bom tersebut tak terjadi hingga laga usai. Usut punya usut, ternyata memang tak ada bom yang disiapkan untuk laga itu. Hal tersebut hanya akal-akalan seorang peretas yang punya niat jahat untuk mengacaukan gelaran Piala Dunia 2014.
Para peretas tersebut berhasil mengambil alih akun twitter resmi milik Polisi Federal Brasil. Mereka tak ragu untuk membuat pengumuman palsu terkait adanya ancaman bom dipertandingan Brasil Vs Chile. Meski begitu, ancaman teror bom tersebut sempat membuat warga panik.Manchester United vs All-Star Indonesia
Akibatnya, United batal kunjungi Indonesia. Setan Merah yang rencananya bakal bertanding melawan All-Star Indonesia. CEO The Red Devils, David Gill mengonfirmasi bahwa pihaknya merasa kecewa atas keputusannya membatalkan pertandingan tour MU melawan tim All Star Indonesia dengan alasan keamanan, terkait meledaknya bom di Hotel Ritz Carlton dan JW Marriott di Jakarta.
Rencananya, para pemain MU akan menginap di Hotel Ritz Carlton selama di Jakarta untuk pertandingan dengan tim All Star di Stadion Gelora Bung Karno. Akhirnya rombongan United memilih untuk terbang ke Malaysia guna melakoni laga dengan tim di Negeri Jiran.