Virus flu babi mematikan serang Amerika Serikat
Sejauh ini diketahui bahwa virus tersebut tak menyebar ke manusia atau hewan lainnya.
Sebuah virus flu babi yang mematikan pada babi kecil, salah satu jenis yang belum pernah terlihat sebelumnya di Amerika Utara, kini menyebar cepat ke negara bagian Amerika Serikat. Saat ini virus tersebut telah menyebar ke 13 negara bagian dengan lebih dari 100 kasus babi kecil yang terinfeksi.
Virus ini tidak menyerang babi yang sudah tua atau hewan lainnya, namun sejauh ini risiko babi kecil terkena virus ini meningkat hingga 50 persen dan bisa terus bertambah hingga 100 persen, ungkap peneliti yang menangani kasus ini, seperti dilansir oleh Reuters (18/06).
Virus yang dikenal sebagai Porcine Epodemic Diarrhea Virus ini diperkirakan memiliki struktur genetik yang sama dengan virus yang melanda China tahun lalu. Sejak ditemukan di China pada tahun 2010, virus PEDV ini telah membunuh lebih dari satu juta babi, berdasarkan data dari Centers for Disease Control and Prevention's Emerging Infectious Disease Journal.
Menurut peneliti, virus ini tidak memiliki bahaya pada manusia atau mamalia lain. Daging babi yang terkena virus ini diketahui aman untuk dikonsumsi oleh manusia. Hingga saat ini tak diketahui apakah penyebaran virus ini berkaitan dengan munculnya cirus di Asia atau Eropa.
(mdk/kun)