LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. SEHAT

Viral Kamar Kos Penuh Sampah, Ini Gejala Hoarding Disorder yang Jarang Diketahui

Hoarding disorder adalah perilaku menyimpan barang secara berlebihan, melebihi batas normal, dan seringkali disertai dengan ketidakmampuan untuk membuangnya.

Sabtu, 07 Okt 2023 04:30:00
hoarding disorder
Viral Kamar Kos Penuh Sampah, Ini Gejala Hoarding Disorder yang Jarang Diketahui (merdeka.com)
Advertisement

Viral Kamar Kos Penuh Sampah, Ini Gejala Hoarding Disorder yang Jarang Diketahui

Hoarding disorder adalah perilaku menyimpan barang secara berlebihan, melebihi batas normal, dan seringkali disertai dengan ketidakmampuan untuk membuangnya. 

Penderita hoarding disorder memiliki keyakinan bahwa barang-barang yang mereka simpan akan berguna di masa depan, mengingatkan pada kenangan tertentu, atau memberikan rasa aman. Artikel ini akan membahas gejala hoarding disorder, penyebabnya, dan bagaimana mengatasi kondisi ini.

Dampaknya, tempat tinggal mereka menjadi sempit dan penuh sesak, memperlihatkan tanda-tanda yang mungkin tidak langsung disadari oleh mereka yang mengalaminya.

Penderita hoarding disorder cenderung menyimpan berbagai jenis barang, mulai dari koran, majalah, perlengkapan rumah tangga, hingga pakaian yang sudah kotor dan rusak. 

"Hoarding disorder adalah gangguan kesehatan mental dimana pengidapnya merasakan adanya kebutuhan yang kuat untuk menyimpan suatu barang meskipun barang itu kurang bernilai. Bahkan, mereka akan mengalami tekanan ketika diminta untuk membuang barang-barang tersebut."

Penyebab dan Risiko Hoarding Disorder

Meskipun penyebab pasti hoarding disorder belum diketahui, beberapa faktor dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami kondisi ini. 

Advertisement

Faktor-faktor tersebut melibatkan gangguan mental, pengalaman trauma, serta lingkungan keluarga yang mungkin juga menderita hoarding disorder. Pernah mengalami kesulitan ekonomi atau kehilangan harta benda juga dapat memicu munculnya hoarding disorder.

Hoarding disorder dapat diidentifikasi melalui beberapa gejala khas, seperti stres saat akan membuang barang, kecemasan bahwa barang tersebut akan dibutuhkan di masa depan, dan ketidakmampuan untuk membiarkan orang lain menyentuh barang-barang yang ditimbun. 

Advertisement

"Mengalami stres saat akan membuang barang-barang yang ditimbun. Cemas bahwa mereka merasa akan membutuhkan barang tersebut di masa depan. Tidak boleh orang lain menyentuh barang-barang yang ditimbun."

Kondisi rumah yang sangat berantakan dan bahkan berbahaya, serta rasa kesal terhadap orang yang mencoba membantu membersihkan, juga menjadi tanda-tanda yang perlu diperhatikan.

Penanganan dan Pengobatan

Hoarding disorder seringkali sulit diobati karena banyak penderitanya tidak menyadari bahwa perilaku mereka bermasalah. Psikoterapi, terutama terapi perilaku kognitif, dapat menjadi solusi efektif. 

Terlibatnya anggota keluarga atau orang yang tinggal serumah dengan pasien juga merupakan aspek penting dalam proses perawatan.

Selain itu, penggunaan obat-obatan, terutama jenis antidepresan selective serotonin reuptake inhibitor (SSRI), dapat membantu mengatasi gangguan mental yang mungkin terkait dengan hoarding disorder.

Langkah-langkah untuk Pemulihan

Selain pengobatan profesional, penderita hoarding disorder juga dapat melakukan langkah-langkah di rumah untuk membantu proses pemulihan.

Diantaranya adalah membuat daftar benda-benda di rumah, membuang barang secara perlahan setiap hari, dan membuat jadwal harian yang realistis untuk membersihkan ruangan.

"Cobalah untuk membuat keputusan dengan cepat apakah akan menyimpan suatu barang atau tidak. Manfaatkan teknologi untuk mengurangi kecenderungan menumpuk barang."

Sumbangkan barang-barang yang masih layak pakai kepada orang yang membutuhkan juga bisa menjadi langkah positif dalam mengatasi hoarding disorder.

Kapan Harus Berkonsultasi dengan Dokter?

Penderita hoarding disorder seringkali tidak menyadari bahwa mereka memerlukan bantuan. Oleh karena itu, jika Anda melihat gejala hoarding disorder pada keluarga atau teman, ajaklah mereka untuk berkonsultasi dengan dokter. Melalui konsultasi, dokter dapat melakukan diagnosis dan merekomendasikan metode perawatan yang sesuai.

Advertisement

Saat ini, belum ada cara pasti untuk mencegah hoarding disorder. Namun, orang dengan gangguan mental seperti depresi dan OCD perlu menjalani pengobatan sejak dini untuk mengurangi risiko terjadinya hoarding disorder.

Hoarding disorder bukan hanya masalah fisik, tetapi juga kesehatan mental yang memerlukan perhatian dan dukungan yang tepat.

Penting untuk menyadari gejala dan mencari bantuan secepat mungkin guna mencegah dampak yang lebih serius terhadap kesehatan dan kualitas hidup. 

Berita Terbaru
  • Pemerintah Genjot Konektivitas Internasional Pariwisata, Rute Muscat-Medan Jadi Pembuka
  • Perjuangan Janice Aldila di Wimbledon Terhenti di Babak Kedua Ganda Putri
  • Kemenekraf Fasilitasi Lahan, Percepat Pembangunan Sekolah Rakyat Bandung untuk Anak Kurang Mampu
  • Penembakan KKB di Balinggam, AMA Hentikan Sementara Pelayanan Penerbangan di Papua
  • Pemprov Sulsel Salurkan Beragam Bantuan untuk Percepatan Pembangunan Luwu, Fokus pada Infrastruktur dan Pendidikan
  • hoarding disorder
  • hoarding disorder adalah
  • tingkat gejala hoarding disorder
Artikel ini ditulis oleh
Editor Titah Mranani
T
Reporter Titah Mranani
Disclaimer

Artikel ini dihasilkan oleh AI berdasarkan data yang ada. Gunakan sebagai referensi awal dan selalu pastikan untuk memverifikasi informasi lebih lanjut sebelum mengambil keputusan.

Berita Terpopuler

Berita Terpopuler

Advertisement
Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.