Usia Pasien Serangan Jantung di Indonesia Semakin Muda pada Saat Ini
Saat ini jumlah pasien penyakit jantung di Indonesia semakin meningkat serta terjadi perubahan dibanding pada masa-masa sebelumnya. Penderita pasien serangan jantung di Indonesia ini semakin muda setiap tahunnya.
Saat ini jumlah pasien penyakit jantung di Indonesia semakin meningkat serta terjadi perubahan dibanding pada masa-masa sebelumnya. Penderita pasien serangan jantung di Indonesia ini semakin muda setiap tahunnya.
"Indonesia soal penyakit jantung sangat memprihatinkan," ujar Sunanto, salah seorang dokter spesialis jantung dan pembuluh darah Siloam Hospital.
Beberapa penyakit jantung di antaranya penyakit jantung koroner (PJK), gangguan irama jantung atau aritmia, gagal jantung, hipertensi dan stroke.
Menurut Sunanto, dulu ketika tahun 2003, saat dirinya masih menjalani pendidikan spesialis, mayoritas pasien pada usia 40-50 tahun yang datang ke RS Harapan Kita Jakarta karena masalah kardiovaskular. Sekalipun ada pasien di usia 30, pasti akan membuat heboh dokter di rumah sakit tersebut.
"Sekarang berbeda, kemarin kami baru menangani pasien usia 25 tahun karena serangan jantung. Jam 2 subuh langsung masuk kamar operasi untuk penanganan PCI atau pemasangan ring," tutur Sunanto.
Gaya atau pola hiduplah yang paling berperan membuat makin banyak orang dan makin muda yang terkena masalah jantung. Sebut saja kebiasaan merokok, makanan yang berkolesterol tinggi. Selain itu memang ada faktor genetik pun mempengaruhi.
"Kalau resiko yang bisa dihindari seperti stop merokok dan hidup sehat dengan olahraga, itu akan menghindari usia muda terkena kardivaskular. Namun bila ada orang tuanya dulu ketika di usia 40 tahun sudah terkena jantung, lebih baik anaknya pada usia muda sudah rajin check-up, "paparnya.
Bila memang tidak memiliki risiko keturunan, namun ada ciri-ciri kardiovaskular, antara lain sakit dada seperti berat tertimpa benda, pada bagian dada depan terus ke kiri, menjalar ke leher punggung yang disertai keringat dingin, dr Sunanto menyarankan pasien langsung menuju UGD terdekat.
"Sebab serangan jantung pun bisa terjadi dimana dan kapan saja, bisa sedang tidur, tengah duduk, atau habis main futsal. Tidak ada apapun yang bisa memicunya," katanya.
Penanganan saat ini di Indonesia untuk pasien penyakit jantung yakni dengan minum obat, pemasangan ring/stent atau PCI, dan operasi bedah bypass. Penanangan tentu memperhatikan tingkat keparahan sumbatan di pembuluh darah menuju jantung seperti disampaikan dokter spesialis bedah toraks dan kardiovaskular Siloam Hospital, Dicky Aligheri.
"Misalnya sumbatan hanya di satu titik pembuluh dan memungkinkan untuk PCI, maka akan dilakukan langkah tersebut. Namun bila sumbatan pembuluh darahnya di banyak tempat, lebih dari tiga titik, pengapuran keras, ya harus di bypass," tuturnya.
Operasi bypass adalah upaya memintas bagian pembuluh darah koroner yang mengalami penyumbatan akibat penumpulkan lemak, kolesterol dan kotoran sel. Dengan cara menggunakan pembuluh darah arteri atau vena dari tubuh pasien sendiri.
"Bisa mengambil dari pembuluh darah di kaki atau belakang dinding dada. Alternatifnya dari tangan atau perut," kata Dicky.
Dicky menegaskan semua langkah penanganan pasien kardiovaskular melewati pertemuan seluruh dokter spesialis jantung dan bedah jantung yang ada di rumah sakit. Juga hasil persetujuan keluarga pasien tersebut.
Reporter: Pramita Tristiawati
Sumber: Liputan6.com
Baca juga:
Sejumlah Penyakit yang Mengancam Kesehatan Pria Kala Usia Senja
Sejumlah Manfaat yang Bisa Didapat oleh Jantung dari Berpuasa
Sejumlah Gejala yang Bisa Menjadi Pertanda Adanya Masalah Jantung di Usia Muda
Jantung Tiba-Tiba Berdetak kencang? Ini Sejumlah Hal yang Harus Kamu Ketahui
Banyak Anak Bisa Buat Potensi Penyakit Jantung Meningkat
Kebanyakan Makan Telur Bisa Buat Kamu Rentan Kena Penyakit Jantung