LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. SEHAT

Tren Lari Semakin Populer, Ini Olahraga Dapat Membantu Kurangi Risiko Osteoporosis

Berjalan kaki dapat membantu menjaga keseimbangan antara pembentukan dan pengurangan massa tulang.

Senin, 17 Nov 2025 17:32:00
osteoporosis
Ilustrasi sepatu lari. (Image by ijeab on Freepik) (© 2025 Liputan6.com)
Advertisement

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular Kemenkes, Siti Nadia Tarmizi memberikan tanggapan positif terhadap fenomena masyarakat yang aktif berpartisipasi dalam walking 5K, fun walk, dan fun run. Kegiatan ini memiliki manfaat besar bagi kesehatan, terutama untuk kesehatan tulang.

Menurut Nadia, berjalan kaki dapat membantu menjaga keseimbangan antara pembentukan dan pengurangan massa tulang.

"Tulang kita tuh ada yang dibentuk, ada yang kemudian kalau kelebihan dibentuk, dia akan otomatis bisa ngurangin sendiri," kata Nadia dalam press conference Anlene OsteoWalk dan OsteoRun 5K di Jakarta Pusat pada Minggu (16/11).

Proses keseimbangan ini dapat tercapai jika seseorang secara rutin melakukan aktivitas berjalan atau berolahraga. Selain itu, kegiatan seperti berjalan kaki juga berperan dalam menyeimbangkan berat badan melalui mekanisme weight bearing, di mana beban tubuh ditopang oleh tulang, sehingga merangsang penguatan tulang.

Advertisement

Pada kesempatan yang sama, dokter spesialis rehabilitasi medis, Tirza Z. Tamin, menambahkan bahwa olahraga teratur seperti berjalan kaki dapat meningkatkan Bone Mineral Density (BMD).

"Bisa ini bisa meningkatkan BMD dan sebagainya. Dan, juga tergantung juga pada kecepatan. Ada kecepatan 4 km per jam itu sudah terbukti juga. Atau kan 120 langkah per menit itu bisa meningkatkan densitas tulang," jelas dia.

Advertisement

Aktivitas ini juga dapat meningkatkan daya tahan kardiorespirasi, membantu menurunkan berat badan, serta mengurangi dampak pada lutut, sehingga tidak mempercepat terjadinya osteoartritis.

Kurangnya Aktivitas Fisik Masih Menjadi Tantangan Signifikan

Ilustrasi sepatu lari. (Image by ijeab on Freepik) © 2025 Liputan6.com

Kesadaran Olahraga di Indonesia

Meskipun terlihat adanya peningkatan minat terhadap olahraga, Nadia menyebutkan bahwa 95% penduduk Indonesia masih minim berpartisipasi dalam aktivitas fisik. Angka ini khususnya merujuk pada individu yang berusia di atas 18 tahun.

Menurutnya, kegiatan seperti fun run dan walking 5K lebih banyak diminati di daerah perkotaan. Untuk mendorong masyarakat agar lebih aktif, salah satu inisiatif yang terus digalakkan adalah Car Free Day.

"Car Free Day itu kita ingin betul-betul diaktifkan lagi sampai ke kabupaten kota. Karena betul salah satu Car Free Day itu adalah salah satu membuat aktivitas olahraga dengan murah, dengan masyarakat dengan senang," ujar Nadia.

Masyarakat diharapkan dapat lebih terlibat dalam aktivitas fisik yang menyenangkan dan terjangkau.

Osteoporosis Tidak Hanya Menjadi Ancaman Bagi Orang Tua

Nadia menegaskan bahwa risiko osteoporosis tidak hanya dialami oleh orang tua.

"Sebenarnya kalau dulu kan kita percaya 'Oh kalau tua itu cuma waktunya rapuh dan biasa' gitu ya kan. Nah sekarang ternyata bukan hanya usia lansia, tapi bahkan pada usia-usia muda pun kita lihat juga sudah ada yang mengalami kekurangan ataupun kerapuhan tulang ini," ujar dia.

Oleh karena itu, penting bagi masyarakat untuk menyadari bahwa menjaga kesehatan tulang harus dimulai sejak usia muda. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan meningkatkan aktivitas fisik yang sesuai, sehingga tulang tetap kuat dan sehat.

Kekuatan Tulang Dipengaruhi Rutinitas Aktivitas

Dari perspektif medis olahraga, Ade Tobing, seorang dokter spesialis kedokteran olahraga, mengungkapkan bahwa untuk mencegah osteoporosis, diperlukan keseimbangan antara proses pembentukan dan perombakan tulang. Proses pembentukan tulang dilakukan oleh osteoblas, sedangkan osteoklas bertanggung jawab atas perombakan tulang.

"Jadi harus ada keseimbangan itu," kata Ade pada kesempatan tersebut.

Aktivitas fisik seperti berjalan atau berlari dapat mendukung proses ini karena kedua aktivitas tersebut memberikan tensile strength atau daya tarik antara otot dan tulang.

Advertisement

Mekanisme ini berperan penting dalam menjaga kekuatan tulang. Menurut Dr. Ade, olahraga yang bersifat weight bearing, seperti berjalan dan berlari, memberikan stimulus yang diperlukan agar tulang tetap aktif dan mempertahankan kekuatannya.

Berita Terbaru
  • Kesaksian Jurnalis Saat Ditahan Pasukan Israel Bersama Relawan GSF
  • Persib Selangkah Lagi Juara, KDM Imbau Bobotoh Rayakan dengan Tertib
  • Sudin PPKUKM Jaksel Ajak Pedagang dan Koperasi Merah Putih Sukseskan Program Pemilahan Sampah Jakarta Selatan
  • 1.407 Prajurit Tamtama Kodam Udayana Resmi Dilantik, Siap Mengabdi untuk Negeri
  • Jelang Idul Adha 1447 H, Karantina Maluku Utara Pastikan Hewan Kurban Sehat dan Bebas Penyakit
  • atasi osteoporosis
  • berita update
  • konten ai
  • osteoporosis
Artikel ini ditulis oleh
Editor Muhamad Agil Aliansyah
T
Reporter Titin Sahra Melani, Benedikta Desideria, Redaksi Merdeka
Disclaimer

Artikel ini dihasilkan oleh AI berdasarkan data yang ada. Gunakan sebagai referensi awal dan selalu pastikan untuk memverifikasi informasi lebih lanjut sebelum mengambil keputusan.

Berita Terpopuler

Berita Terpopuler

Advertisement
Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.