LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. SEHAT

Tidak Semua Orang Memiliki Durasi Menurunkan Berat Badan yang Sama

Setiap orang, kata Sophia, memiliki kondisi yang berbeda-beda. Ini juga membuat metode yang digunakan seseorang dalam menurunkan berat badan pada setiap orang bisa berbeda-beda.

2019-01-19 08:40:00
Obesitas
Advertisement

Banyak orang biasa melakukan diet secara bersamaan namun tak mendapat hasil yang sama secara bersamaan. Bagaimana hal ini bisa terjadi? Ternyata semua orang memang punya durasinya sendiri dalam menurunkan berat badan.

"Durasi waktu untuk menurunkan berat badan masing-masing orang berbeda. Tubuh manusia juga tidak dapat disamaratakan seperti mesin," ujar dokter spesialis kedokteran olahraga Sophia Hage.

Setiap orang, kata Sophia, memiliki kondisi yang berbeda-beda. Ini juga membuat metode yang digunakan seseorang dalam menurunkan berat badan pada setiap orang bisa berbeda-beda.

Advertisement

Selain itu, Sophia menambahkan bahwa karena tubuh manusia butuh beradaptasi, maka menurunkan berat badan secara drastis dalam waktu yang singkat dan terlalu cepat sangat tidak dianjurkan.

"Kebanyakan penelitian menganjurkan penurunan berat badan yang sehat sebaiknya dijaga dalam rentang 1 sampai 2 kilogram per minggu atau 4 sampai 8 kilogram per bulan," saran Sophia.

Namun, dia mengatakan bahwa ada beberapa kasus ekstrem yang mengancam jiwa. Untuk kondisi semacam ini, dibutuhkan intervensi yang agresif dan dalam pengawasan medis.

Advertisement

Salah satu kasus ekstrem misalnya seperti yang dialami Titi Wati asal Palangkaraya, Kalimantan Tengah yang memiliki berat badan hingga 220 kg. Kondisi tersebut membuat Titi harus melakukan operasi pengecilan pada lambungnya.

Dalam kasus Titi sendiri, Sophia melihat ada kemungkinan beberapa faktor yang membuat berat badannya melonjak drastis. Seperti kurangnya aktivitas fisik serta kebiasaan mengonsumsi camilan tidak sehat.

"Faktor-faktor lainnya selain nutrisi dan aktivitas yang perlu digali adalah apakah ada underlying disease atau penyakit atau gangguan medis yang menyebabkan kenaikan berat badannya, apakah itu gangguan metabolisme atau hormon," tambah wanita yang mengambil pendidikan spesialisasi kedokteran olahraga di Fakultas Kedokteran UI ini.

Selain itu, stres atau masalah emosional lain juga bisa menjadi penyebab berat badan bertambah.

"Sehingga setiap kali stres atau cemas, lari ke makanan atau nyemil," tandasnya.

Reporter: Giovani Dio Prasasti
Sumber: Liputan6.com

Baca juga:
Ditangani 16 Dokter, Wanita 350 Kg di Palangka Raya akan Dioperasi
Evakuasi Wanita Berbobot 350 Kg ke Rumah Sakit, Petugas Damkar Sampai Jebol Rumah
Cegah Obesitas, Muncul Wacana Pemberlakuan Cukai pada Minuman Tinggi Gula
Sukses Diet, Ini Masalah Baru Arya Bocah Obesitas Asal Karawang
Di Sekolah, Arya Bocah Obesitas Dikenal Jago Pelajaran IPA dan IPS
Berat Badan Susut, Arya Bocah Obesitas Ingin Wujudkan Mimpi jadi Pesepak Bola

(mdk/RWP)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.