Terlalu lama mual ketika hamil bisa bahayakan janin
Mual atau morning sickness akut disebut juga dengan kondisi hyperemesis gravidarum seperti yang diderita Kate Middleton.
Wanita hamil biasanya wajar jika menderita morning sickness atau gejala mual dan muntah. Namun kalau rasa mual itu terlalu lama, tepatnya lebih dari tiga bulan, hal tersebut justru tidak baik dan membahayakan kesehatan janin.
Peneliti dari Swedia adalah para ahli yang menyampaikan masalah ini. Menurut mereka, calon ibu yang menderita mual akut dua kali lebih berisiko menderita preeclampsia dan 1,4 kali punya kecenderungan melahirkan bayi berukuran kecil. Jangka waktu mual yang terlalu lama itu tepatnya terjadi di antara minggu ke-12 sampai 21 masa kehamilan.
Mual atau morning sickness akut disebut juga dengan kondisi hyperemesis gravidarum (seperti yang diderita Kate Middleton). Namun wanita hamil yang terus-terusan mual juga dilaporkan berisiko tiga kali lipat mengalami placental abruption - kondisi di mana plasenta terpisah dengan dinding rahim.
Sebenarnya, gejala mual akut sampai masuk rumah sakit cukup jarang ditemukan. Sebab hanya ada 1,1 persen wanita yang harus menginap di rumah sakit gara-gara kondisi itu.
Meskipun demikian, mual ketika hamil tidak bisa disepelekan. Sebab mual berlebihan juga membuat wanita hamil kekurangan nutrisi, dehidrasi, sampai melahirkan prematur.
"Kondisi hyperemesis gravidarum yang melebihi trimester - tiga bulan pertama kehamilan - perlu diwaspadai dan diperhatikan oleh wanita hamil," demikian tegas peneliti Marie Bolin dari Uppsala University, seperti yang dikutip dari My Health News Daily (29/01).
Normalnya, wanita merasa mual dan muntah pada bulan pertama kehamilan, yaitu sekitar minggu ke-10 sampai 16. Pemicunya adalah kadar hormon yang diproduksi oleh plasenta. Tetapi jika kadar hormon terus meningkat pada bulan keempat, wanita hamil sebaiknya mulai memeriksakan dirinya ke dokter.
Hasil penelitian tentang rasa mual atau morning sickness akut pada wanita hamil ini pun telah dilaporkan dalam International Journal of Obstetrics and Gynaecology.
(mdk/riz)