Produksi ASI Tidak Dipengaruhi Ukuran Payudara dan Bentuk Puting
“Asal bayinya menyusu langsung. Jangan khawatir ya buat para moms yang sedang menyusui," kata konselor laktasi dokter Ameetha Drupadi ditemui di ICE BSD Tangerang beberapa waktu lalu. "Jangan khawatir, mau payudaranya besar, payudaranya kecil atau ukuran puting. Itu enggak masalah," lanjutnya.
Salah satu hal yang menjadi kepedulian wanita sebelum menyusui buah hati adalah kondisi payudara mereka. Sejumlah wanita dengan payudara kecil dan puting datar kerap bertanya-tanya apakah hal tersebut tak bakal bermasalah ketika menyusui buah hati.
“Asal bayinya menyusu langsung. Jangan khawatir ya buat para moms yang sedang menyusui," kata konselor laktasi dokter Ameetha Drupadi ditemui di ICE BSD Tangerang beberapa waktu lalu.
"Jangan khawatir, mau payudaranya besar, payudaranya kecil atau ukuran puting. Itu enggak masalah," lanjutnya.
Ameetha menjelaskan bahwa yang terpenting saat bayi menyusu adalah pelekatan. Pastikan saat bayi menyusu tidak hanya puting tapi hingga masuk ke areola.
"Jadi, kalau bayi menghisap sampai areolanya masuk semua, itu ASI yang dihisap akan keluar dan akan banyak,” kata Ameetha.
Areola adalah kunci saat menyusui. Di dalam kulit areola itu terdapat banyak kelenjar ASI. Sehingga jika bayi hanya menyusu dari ujung puting, ASI tetap tidak akan keluar ataupun hanya sedikit.
Puting Datar Bukan Masalah
Bagi pemilik puting datar juga jangan khwatir. Tidak perlu ditarik-tarik karena akan menonjol sendiri setelah beberapa kali menyusui.
Namun jika memang kondisi puting terlalu masuk hingga sulit menyusui, boleh sedikit ditarik. Ameetha menyarankan menariknya dengan nipple puller atau dari spuit yang ujungnya dipotong.
Itu bisa dilakukan namun tidak harus. Karena dengan menyusui langsung, walaupun putingnya datar, bayi tetap bisa menyusu, tandas Ameetha.
Reporter: Selma Vandika
Sumber: Liputan6.com