LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. SEHAT

Polusi udara tingkatkan risiko diabetes pada anak

Anak-anak yang sering terkena polusi udara saat kecil berkemungkinan terkena diabetes ketika dewasa.

2013-05-11 19:08:00
diabetes
Advertisement

Anak-anak yang banyak terkena paparan udara berpolusi berkemungkinan meningkatkan resistensi insulin pada tubuh mereka. Akibatnya, mereka semakin berisiko terkena diabetes saat dewasa.

Hal ini ditemukan oleh peneliti di jerman setelah mengamati 397 anak berusia 10 tahun yang hidup di dekat lalu lintas padat yang memiliki tingkat polusi tinggi. Penelitian yang diterbitkan dalam Diabetologia ini menemukan bahwa anak-anak yang terkena polusi mengalami peningkatan risiko resistensi insulin sebesar tujuh persen per 500 m.

Polusi udara sejak lama memang diketahui bisa berpengaruh terhadap lipid dan protein dalam darah. Anak-anak yang menjadi partisipan dalam penelitian ini melakukan tes darah pada usia 10 tahun. Paparan polusi diperkirakan berdasarkan tingkat polusi pada tempat tinggal mereka pada tahun 2008 - 2009.

Advertisement

Setelah itu penelitian menghitung BMI, berat badan saat lahir, serta kemungkinan paparan asap rokok di rumah mereka, seperti dilansir oleh BBC (10/05).

Hasilnya, penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat resistensi insulin lebih tinggi pada anak yang terkena paparan udara berpolusi seperti nitrogen dioksida atau materi lainnya. Selain itu, efek polusi udara juga lebih besar pada anak yang memiliki BMI besar.

Elisabeth Thiering dan Joachim Heinrich yang memimpin penelitian di German research Centre for Environmental health ini menjelaskan bahwa kaitan antara polusi udara dengan resistensi insulin bisa dijelaskan.

Advertisement

"Meski kadar racun dalam udara berbeda-beda, namun semuanya bisa digolongkan sebagai pengoksida yang mempengaruhi lipid dan protein," ungkap Dr Heinrich.

Meski begitu Profesor Jon Ayres, seorang ahli dalam hal lingkungan dan pengobatan pernapasan di University of Birmingham menjelaskan bahwa hasil penelitian ini masih belum jelas. Alasannya, tingkat insulin dan kadar polusi di udara dikumpulkan pada waktu yang tak bersamaan.

Untuk itu Ayres menjelaskan bahwa hasil penelitian ini bisa diterima dengan catatan tertentu. Lebih lanjut, Ayres berpendapat bahwa peneliti perlu melakukan penelitian lagi yang bisa mengonfirmasi hasil penelitian ini.

(mdk/kun)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.