Polusi Udara Buat Anak Lebih Rentan Terpapar Polusi Dibanding Orang Dewasa
“Pengaruh polusi udara yang paling umum pada anak, yaitu iritasi mata dan saluran pernapasan, penurunan fungsi paru, serta perburukan penyakit paru dan jantung yang sudah ada sebelumnya,” papar dokter spesialis anak konsultan respirologi Wahyuni Indawati.
Tingginya polusi udara yang terjadi dan perubahan lingkungan yang terjadi membuat anak sangat rentan terpapar polusi. Dibanding orang dewasa, anak-anak rentan menghirup lebih banyak polusi per kilogram berat badan dari udara berkualitas buruk.
Anak berada dalam periode penting perkembangan sehingga paparan racun dapat menyebabkan efek negatif. Anak juga mempunyai kebiasaan menjelajah dan beraktivitas di luar ruangan sehingga rentan menghirup polutan polusi udara.
“Pengaruh polusi udara yang paling umum pada anak, yaitu iritasi mata dan saluran pernapasan, penurunan fungsi paru, serta perburukan penyakit paru dan jantung yang sudah ada sebelumnya,” papar dokter spesialis anak konsultan respirologi Wahyuni Indawati.
Risiko perburukan penyakit paru juga akan lebih tinggi pada anak yang memiliki riwayat penyakit sebelumnya. Misal, asma, pneumonia, penyakit jantung, gangguan imunitas, malnutrisi, dan lain-lain.
Wahyuni juga membagikan beberapa panduan untuk meminimalisir dampak kualitas udara yang buruk pada anak.
“Hindari beraktivitas di sekitar jalan raya yang penuh dengan kendaraan, pendingin ruangan (air conditioner) dalam mode re-circulate, ganti filter secara teratur. Buat anak yang sudah sekolah, bekerjasamalah dengan pihak sekolah untuk membatasi waktu bermain anak di luar ruang apabila kualitas udara sedang tidak baik,” tambah dokter yang berpraktik di RS Pondok Indah – Pondok Indah.
Anak perlu memakai masker dengan ukuran yang sesuai anak. Gantilah masker jika sudah tampak kotor. Jika kualitas udara sedang sangat tinggi, sebaiknya anak-anak tetap beraktivitas di dalam ruangan saja.
Cara mengurangi paparan kualitas udara buruk pada anak dengan hindari aktivitas dalam rumah yang dapat menambah kontaminasi, seperti merokok di lingkungan sekitar rumah. Ini karena akan memperburuk dampak polusi udara dan dampak paparan asap rokok bagi anak
“Pastikan anak cukup terhidrasi. Anjurkan (anak) untuk banyak minum agar saluran napas tetap lembap dan lendir tetap encer,” Wahyuni melanjutkan.
Untuk membersihkan udara di dalam ruangan ini, kamu bisa menggunakan alat penyaring udara atau air purifier.
Reporter: Fitri Haryanti Harsono
Sumber: Liputan6.com
Baca juga:
Kenali Apa Itu Williams Syndrome, Penyakit Genetik Langka pada Anak-Anak
Sejumlah Gejala Autisme pada Anak yang Bisa Dideteksi Orangtua Secara Mandiri
Skoliosis pada Anak Juga Bisa Munculkan Gangguan Pernapasan
Bukan Popok atau Susu Formula, Hal Ini yang Sebenarnya Dibutuhkan Bayi Saat Bencana
Infeksi Telinga pada Masa Kecil Bisa Sebabkan Gangguan Pendengaran Saat Tua
Perhatikan Cara Berjalan Anak untuk Ketahui Risiko Masalah Punggung Mereka