Penggunaan Gadget Secara Berlebihan Ancam Kesehatan Otak Anak dan Remaja
Gadget juga disebut-sebut bisa merusak mental anak usia dini. Sebab, bila digunakan secara berlebihan, bisa membuat anak-anak sulit bersosialisasi. Tak heran saat ini mulai banyak orang tua yang membatasi penggunaan gadget pada anak mereka.
Penggunaan gadget secara berlebihan bisa timbulkan sejumlah dampak buruk. Baik secara mental maupun fisik, gadget bisa menimbulkan dampak buruk bagi seseorang.
Gadget juga disebut-sebut bisa merusak mental anak usia dini. Sebab, bila digunakan secara berlebihan, bisa membuat anak-anak sulit bersosialisasi. Tak heran saat ini mulai banyak orang tua yang membatasi penggunaan gadget pada anak mereka.
Tak hanya anak-anak, dampak buruk penggunaan gadget berlebih juga mengancam remaja. Gadget bisa menghambat aktivitas fisik yang berpengaruh pada pertumbuhan Prefrontal cortex, bagian kecil di otak depan.
"Prefrontal cortex mulai berkembang saat remaja. Dan berperan dalam menentukan kemampuan kognitif, mengambil keputusan, bersosialisasi serta mengembangkan kepribadian," ungkap Sandi Perutama Gani, Medical Expert Combiphar di FX Sudirman
Supaya Prefrontal cortex bisa berkembang dengan baik, anak usia remaja memerlukan endorphin yang tidak bisa didapatkan ketika terlalu sering bermain gadget.
Endorphin biasanya dihasilkan dari keseimbangan hormon kortisol, dopamine dan gen DCC (Deleted In Colon Cancer). Hormon kortisol berfungsi menekan stres, dopamine untuk mengontrol emosi dan gen DCC berpengaruh pada perkembangan mental.
"Jika dopamine terlalu tinggi, akan membuat orang jadi gila. Kalau terlalu rendah, menyebabkan parkinson. Sedangkan semakin tinggi gen DCC, pemicu kanker usus besar, akan berpengaruh pada perkembangan mental," tambah Sandi.
Keseimbangan hormon kortisol, dopamine, dan gen DCC, bisa diperoleh lewat aktivitas fisik dan pola hidup sehat.
"Saat beraktivitas, otak akan bekerja lebih optimal dan menghasilkan hormon tersebut. Jadi, perbanyak aktivitas fisik, seimbangkan dengan waktu istirahat dan jauhi narkoba," tandas Sandi.
Sumber: Dream.co.id
Baca juga:
Pendidikan Seks Masih Dianggap Tabu, Sejumlah Topik Kurang Diajarkan pada Anak
Tak Hanya Secara Kesehatan, Gigi Berlubang pada Anak Bisa Sebabkan Masalah Psikologis
Cegah Alergi, Orangtua Disarankan Beri Makan Kacang pada Anak Sejak Bayi
Baik Bagi Perkembangan Kepribadian Anak, Ini Manfaat Mendongeng pada Anak
Jangan Salah Mengerti, Edukasi Seks pada Anak Tidak Melulu Soal Hubungan Intim
Remaja Indonesia Memiliki Pengetahuan yang Kurang Memadai Mengenai Penyakit Seksual